PPP Minta Saudi Buka Lagi Jalur Umrah: Jangan Sampai Ganggu Musim Haji 2020

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 19:01 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi, menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan Tema Potensi Golput di Pemilu 2019 di Media Center MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (18/2/2019).
Achmad Baidowi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

PPP meminta otoritas Arab Saudi membuka kembali jalur umrah yang saat ini disetop untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Kebijakan itu, menurutnya, bisa dibarengi langkah memperketat pemeriksaan bagi para jemaah.

"Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera membuka jalur umrah dengan memperketat pemeriksaan. Karena umrah ini ibadah bukan perjalanan biasa yang setiap umat Islam mengimpikan untuk menjalankannya," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Awiek meminta pemerintah turun tangan dengan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah Saudi terkait disetopnya perjalanan umrah ini. Ia berharap kebijakan ini tak mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

"Kebijakan pemerintah Arab Saudi ini jangan sampai mengganggu musim haji tahun 2020," ujarnya.

Penyetopan umrah secara mendadak ini, menurut Awiek, merugikan jemaah asal Indonesia. Bahkan, saat ini banyak jemaah yang tertahan di bandara karena tak bisa berangkat ke Tanah Suci.

"Penyetopan umrah secara mendadak tersebut sangat merugikan jemaah asal Indonesia, bahkan sebagian dari mereka keleleran di bandara," kata Awiek.

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI itu meminta penyedia jasa umrah bertanggung jawab dan mengembalikan dana umrah jemaah. Ia juga meminta pemerintah memonitor pengembalian uang jemaah tersebut.

"Pihak penyedia jasa harus bertanggung jawab mengembalikan dana jamaah yang sudah disetorkan, baik jasa penerbangan, penginapan maupun transportasi yang belum dinikmati jemaah. Pemerintah turut aktif memonitor para penyedia jasa untuk memenuhi kewajibannya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2