Ditanya soal Moratorium Revitalisasi TIM, Anies: Kutip Saja Kesimpulan Rapat

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 16:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Rapat membahas revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Usulan moratorium sementara revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) agar waktu komunikasi dengan para seniman lebih leluasa mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi X. Ketika diminta tanggapan soal usulan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru meminta mengutip kesimpulan rapat.

Soal moratorium revitalisasi TIM awalnya disampaikan Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian dalam rapat di Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Hetifah mengusulkan agar revitalisasi TIM dimoratorium.

"Saya menegaskan saya kira memang ini dimoratorium terlebih dahulu, apakah dimoratoriumnya satu minggu atau satu bulan atau berapa ya tergantung. Selama kita bisa mencapai satu kesepahaman itu saya kira itu bisa langsung dilanjutkan dengan catatan tersebut," ungkap Hetifah.

Soal moratorium ini juga disinggung Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi. Dede meminta seniman dilibatkan dan diajak berdiskusi terkait revitalisasi TIM.

"Ada moratorium untuk jangka waktu yang tertentu, 14 hari, 20 hari, sampai diskusi ini selesai. Jadi jangan dilama-lamain moratorium itu sampai sebulan, eh maaf, sampai 6 bulan, nggak. Karena dana sudah diturunkan, harus itu tetap berjalan," ujar Dede.

"Hanya diskusi dari para seniman, sampai menemukan titik temu itu diberi batas waktu. Silakan pimpinan DPRD menetapkan waktunya mau itu dua minggu, mau itu 30 hari, tapi terjadi diskusi yang benar-benar (dengan seniman)," lanjutnya.

Ditemui seusai rapat, Anies tak bicara banyak soal usulan moratorium sementara revitalisasi TIM. Anies meminta wartawan mengutip kesimpulan rapat.

"Yang kita pegang, kalau dalam rapat itu semua bisa menyampaikan apa saja. Tapi yang dipegang adalah kesimpulan rapat. Jadi buat teman-teman semua, kalau mengutip apa yang disepakati, ya, bukan kutipan satu-dua orang, tapi kesepakatan rapat, kutip saja," ujar Anies.

Soal moratorium revitalisasi memang tak ada dalam kesimpulan rapat. Berikut ini kesimpulan RDP Komisi X dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dibacakan Ketua Komisi X Syaiful Huda:

Komisi X DPR RI mengapresiasi penjelasan yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Direktur PT JakPro tentang Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai bagian dari hasil RDP/RDPU hari ini, serta menyampaikan catatan sebagai berikut:

1. Mendukung upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pemajuan kebudayaan Jakarta untuk dapat menjadi pemain global.
2. Sinkronisasi regulasi pengelolaan konten diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan sarana prasarana dikelola oleh PT JakPro.
3. Meminta pengerjaan proyek revitalisasi TIM yang dikerjakan pemerintah DKI Jakarta sesuai dengan regulasi, transparan, dan tidak berorientasi komersial.
4. Meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengerjaan Proyek Revitalisasi TIM tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, cagar budaya, dan aset lain yang terdapat di area TIM.
5. Memastikan bahwa tidak ada pembangunan hotel, tetapi wisma seni untuk memperkuat ekosistem kebudayaan.
6. Memperkuat komunikasi dan pelibatan semua pengampu kebudayaan yang selama ini beraktivitas di TIM melalui Dewan Kesenian Jakarta.
7. Komisi X DPR akan melakukan kunjungan spesifik di TIM untuk memastikan proses Revitalisasi TIM berjalan sesuai dengan konsep pembangunannya.

Simak Video "Bangun Wisma Seniman di TIM, Anies: Bukan Mengejar Keuntungan"

[Gambas:Video 20detik]

(azr/rfs)