Vonis Diperberat, Markus Nari Wajib Balikin Rp 5,6 Miliar Hasil Korupsi e-KTP

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 14:15 WIB
Anggota DPR Markus Nari menjalani pemeriksaan perdana pasca ditahan KPK, Selasa (9/4/2019). Markus diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Markus Nari (ari/detikcom)
Jakarta -

Hukuman mantan anggota DPR Markus Nari diperberat dari 6 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara. Selain itu, Markus Nari diwajibkan mengembalikan uang proyek e-KTP yang dikorupsinya sebesar USD 400 ribu atau setara Rp 5,6 miliar (kurs Rp 14 ribu).

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Markus Nari dengan pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," demikian bunyi putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang dilansir websitenya, Kamis (27/2/2020).

Duduk sebagai ketua majelis I Nyoman Sutama dengan anggota Rusydi dan Hening Tyastanto.

"Menghukum agar terdakwa Markus Nari untuk membayar uang pengganti sebesar USD 400 ribu dengan ketentuan apabila tidak membayar dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," ujar majelis hakim.

Nah, bila harta bendanya tidak cukup, maka Markus Nari harus menggantinya dengan hidup di penjara selama 2 tahun.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut hak terdakwa untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Markus Nari menerima uang itu dari mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Sugiharto. Perbuatan Markus juga menguntungkan orang lain dan korporasi.

Selain itu, Markus bersalah merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Markus sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang terhadap Miryam S Haryani yang saat itu berstatus sebagai saksi dan Sugiharto yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.

Simak Video "Bikin e-KTP di Magetan Cuma Butuh 1,5 Menit"

[Gambas:Video 20detik]



(asp/aan)