Menkes Nyatakan Pasien Suspect Corona di RS Kariadi Tewas karena Flu Babi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:40 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus (Wilda Hayatun - detikcoom)
Menteri Kesehatan Terawan Agus (Wilda Hayatun/detikcoom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memastikan pasien suspect terjangkit virus Corona yang meninggal di RSUP dr Kariadi, Semarang, negatif virus tersebut. Terawan menyebut pasien itu terkena virus H1N1 OMD 09 yang menyebabkan wabah flu babi. Pasien sudah dilakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 2 kali.

"Tetapi jelas hasilnya bukan Corona, negatif. Bukan COVID-19. Ketemunya H1N1 flu biasa, di-PCR 2 kali karena Corona negatif, dilakukan PCR berikutnya. Dan kalau H1N1 ada obatnya namanya Oseltamivir ada ketersediaan di Kemkes ada," kata Terawan usai Rapat Koordinasi tertutup di Kantor Kemenko PMK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, (27/2/2020).

"H1N1 OMD 09 artinya pernah outbreak di tahun 2009. tetapi namanya H1N1 OMD 09," imbuhnya.

Selain dengan cara PCR, Terawan menyebut pasien yang meninggal di Semarang itu sudah melalui uji dengan metode swab. Hal itu dilakukan, kata Terawan, untuk menegaskan bahwa jenazah negatif terkena virus Corona.

"Waktu itu swab beberapa saat 10 menit. Kemudian dikirimkan hasil swab ke Balitbangkes, kemudian muncullah hasil di mana dari Balitbangkes dilakukan 2 kali,"katanya.

Terawan kemudian menyebutkan dari 134 spesimen yang suspect Corona semuanya dinyatakan negatif. Hasil tersebut ia peroleh per 26 Februari 2020 pukul 18.00 WIB oleh Balitbangkes.

"Aktif jam 18.00 WIB kemarin, tanggal 26 ya jam 18 ada 134 spesimen yang sudah kita periksa saat ini hasilnya negatif. Semuanya negatif," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien di Semarang datang mengeluhkan sesak napas, batuk, dan demam. Dia sebelumnya melakukan perjalanan Spanyol-Dubai-Jakarta.

Dia mulai dirawat di RSUD dr Kariadi Semarang setempat pada 17 Februari, kemudian dibawa ke RSUP pada 19 Februari dan meninggal pada Minggu (23/2). Pihak rumah sakit, bahkan Kementerian Kesehatan, telah memastikan kematian tersebut bukan karena COVID-19.

(zlf/zlf)