Susuri Posko di Pantura, Mensos Hibur Warga Terdampak Banjir

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 23:29 WIB
Mensos Juliari Batubara
Foto: Dok Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengecek ke titik-titik pengungsian korban banjir untuk menyapa dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di tiga daerah di Jawa Tengah. Hal ini untuk memastikan warga terdampak banjir tertangani dengan baik.

Di setiap lokasi yang dikunjungi, Juliari menghibur warga dan memotivasi agar mereka sabar dan tabah, serta menyalurkan bantuan untuk meringankan beban mereka. Di tenda pengungsian, Juliari mengajak warga bergembira dan menyanyi.

Titik pertama yang dikunjungi yaitu Posko Pengungsian dan Tanggap Darurat di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan. Di sini, ia menyempatkan diri untuk berjoget bersama anak-anak pengungsi dan meminta mereka bersabar.

"Sudah berapa lama di sini. Senang di sini atau di rumah. Tetap tabah dan sabar ya. Dan mari kita berdoa, semoga bencana ini segera berlalu," kata Juliari salam keterangannya, Rabu (25/2/2020).

Juliari datang didampingi Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan Zainul Arifin dan perwakilan Forkompimda lainnya.

"Di sini kan ada 1.776 jiwa warga yang terdampak banjir. Jadi saya harus memastikan warga yang terdampak banjir tertangani dengan baik. Saya juga sudah serahkan bantuan tadi, mudah-mudahan cukup. Prinsipnya, berapapun kebutuhan pengungsi, kita akan cukupi," kata Juliari.

Juliari juga menyerahkan bantuan secara simbolik berupa beras senilai Rp 705.272.500, bantuan logistik bencana alam Rp 324.036.966, dan peralatan kebersihan Rp 198.000.000, sehingga total bantuan senilai Rp 1.227.309.466.

Juliari dan rombongan kemudian menuju ke lokasi berikutnya yakni posko pengungsian di Masjid Pabrik PT Dupantex, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Di sini, Juliari juga menyempatkan diri bermain dengan anak-anak pengungsi korban terdampak banjir, bahkan bernyanyi bersama serta bagi-bagi hadiah. Anak-anak terdampak banjir terlihat sangat antusias dan merasa terhibur.

"Saya hadir di sini mewakili pemerintah pusat. Intinya saya di sini untuk memberikan bantuan. Karena sesuai arahan Presiden Joko Widodo, negara harus hadir pada saat warga negaranya terkena musibah, dalam hal ini bencana banjir. Saya perlu memastikan, bahwa kebutuhan para pengungsi di Kabupaten Pekalongan telah tercukupi," kata Juliari.

Kepada Dupantex, Juliari menyampaikan apresiasi karena sudah memberikan tempat pengungsian, dan juga telah ikut membantu meringankan beban pengungsi. Dalam kesempatan itu, ia menyalurkan bantuan total sebesar Rp 476.561.054 yang terdiri dari Bantuan Logistik Tanggap Darurat Tahap 1 senilai Rp 28.313.760, dan Bantuan Logistik Tanggap Darurat Tahap 2 sebesar Rp 448.247.294.

"Di antara bantuan dalam bentuk seperti selimut, kasur, makanan, lauk-pauk yang siap saji. Semoga bermanfaat," kata Juliari.

Lalu Juliari bertolak ke Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di sini, Juliari juga menyapa dan dan memotivasi pengungsi agar tetap sabar dan tabah.

"Semoga bencana segera berlalu, dan kita semua bisa beraktifitas seperti biasa," katanya.

Selanjutnya ia menyerahkan bantuan di Kabupaten Pemalang berupa bantuan Logistik Tanggap Darurat Tahap 1 sebesar Rp 23.867.036. dan Bantuan Logistik Tanggap Darurat Tahap 2 sebesar Rp 296.625.294 sehingga total bantuan adalah Rp 320.492.330.

Bantuan di antaranya berupa makanan siap saji dan kebutuhan lainnya seperti selimut, kasur dan tenda untuk mendukung penanganan terdampak banjir di Kabupaten Pemalang.

Juliari menjelaskan, setiap posko bencana, Kementerian Sosial juga mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan setiap hari bagi korban banjir. Ia berharap, pemerintah daerah lebih matang mengantisipasi bencana banjir.

"Intinya kami ikut meringanakan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir," kata Juliari.

Selain tiga kota yang memang sudah dijadwalkan tadi, di akhir kunjungan kerja, Juliari memutuskan untuk menyapa pengungsi di Desa karang Linggar, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang. Ia menyusuri rumah warga menumpang perahu karet didampingi Dirjen Linjamsos Harry Hikmat dan dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Di sini, secara simbolis ia menyerahkan bantuan dan kemudian membagikan biskuit kepada anak-anak di pengungsian. Rinciannya, bantuan logistik tanggap darurat tahap 1 sebesar Rp 38.184.300, bantuan logistik tanggap darurat tahap 2 Rp 251.938.784 sehingga total bantuan senilai sebesar Rp290.123.084.

(ega/ega)