BRR Harus Bantu Warga Aceh Susun Tata Ruang Pascatsunami

BRR Harus Bantu Warga Aceh Susun Tata Ruang Pascatsunami

- detikNews
Sabtu, 03 Des 2005 16:52 WIB
Jakarta - Lima kabupaten di Aceh tercemar logam berat pascatsunami. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh diminta turun tangan membantu menyusun tata ruang di Aceh."BRR harus mendampingi masyarakat Aceh untuk membantu mereka menyusun tata ruang Aceh pacsatsumani, karena kondisi tanah di Aceh dimungkinkan terkontaminasi D3 atau pun bahan mineral yang lain," kata Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim di Hotel Treva, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2005).Dijelaskan Emil, penataan ruang penting untuk mengetahui daya dukung lingkungan. "Jangan sampai masyarakat melakukan cocok tanam atau menggunakan air yang terkontaminasi untuk kebutuhan air minum. Akibatnya akan sangat berbahaya, walaupun tidak bisa langsung terlihat atau dirasakan. Tetapi baru bisa dirasakan beberapa tahun kemudian. Kalau untuk bangunan tidak apa-apa," urai Emil.Menurut Emil, pencemaran tanah dan air harus dikendalikan caranya dengan penggalian atau dilakukan perlakukan secara kimia untuk menetralisir."Waktu yang diperlukan untuk penetralisir tergantung dari bahan apa saja yang telah mengkontaminasi. Saya harap ada penelitian yang cermat teliti agar masyarakat Aceh bisa kembali tinggal di tempat yang aman dari sisi ekologi," ujar Emil.Seperti diberitakan, hasil penelitian WALHI menunjukkan tanah dan sumber air di lima Kabupaten di Aceh tercemar logam berat pascatsunami. Kelima Kabupaten itu adalah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Barat, dan Aceh Tengah. Pencemaran ini dipicu gempa dan tsunami pada Desember 2004 yang membebaskan sejumlah besar deposit logam berat yang terkandung di dalam bumi dan menghancurkan tempat penampungan limbah industri di daerah pantai. Logam berat yang berhasil diidentifikasi sebagai pencemar utama antara lain, merkuri, kadmium, timbal, dan arsen. (aan/)


Berita Terkait