Pramono Anung:
SBY Lamar Boediono Tunjukkan Ketepatan Pilihan Mega
Sabtu, 03 Des 2005 16:38 WIB
Jakarta - Dipinangnya Boediono untuk bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu menunjukkan ketepatan pilihan mantan Presiden Megawati pada kabinet sebelumnya. Boediono terbilang sukses di masa kepemimpinan Megawati sehingga kini Boediono dipinang Presiden SBY. Hal ini diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung ketika ditemui wartawan di Balai Sudirman JL. Sahardjo Tebet Jakarta Pusat, Sabtu (03/12/2005). "Dalam kondisi krisis seperti ini, tepat bila Boediono dipakai lagi," tambah Pramono kemudian. Namun menurut Pramono, Boediono tidak mungkin mampu menyulap keadaan ekonomi bangsa dengan mudah. Tentunya, keberhasilan masa lalunya akan terulang apabila ada koordinasi baik antara Presiden dan Kabinetnya. "Reshuffle ini kan untuk rakyat jadi koordinasi yang baik diperlukan saat ekonomi sudah sangat sudah seperti ini," kata Pramono lagi.Pinangan SBY terhadap Boediono, menurut Pramono adalah murni karena alasan profesionalitas yang dimiliki Boediono. "Bukan karena adanya hubungan pribadi karena kedekatan Boediono dengan Mega ya," ungkapnya menjelaskan. Pramono menyangkal adanya keterlibatan PDI Perjuangan dalam menge-gol-kan masuknya Boediono ke Kabinet Indonesia Bersatu. "Secara kelembagaan partai, Mega dan Sekjen sama sekali tidak pernah terlibat dalam persoalan seperti ini," kilahnya.Sementara itu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea yang sependapat dengan pinangan SBY ini merinci kesuksesan Boediono di masa Kabinet Gotong Royong. "Buktinya saat dia menjabat Menkeu dulu, ekonomi makro meningkat, inflasi berhasil ditekan dan dollar mampu dipertahankan," kata Jacob.
(wiq/)











































