33 Siswa Dipaksa Jilat Sendok Bertinja, Kemdikbud Minta Buat Tim Pencegahan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 21:37 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Ilustrasi sekolah Foto: iStock
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) buka suara soal siswa yang dipaksa menjilat sendok bertinja, di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemendikbud ingin setiap sekolah membentuk Tim Pencegahan Tindak Kekerasan.

"Kami mengimbau kepada sekolah untuk menaati Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, dan segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan, agar tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan di lingkungan satuan pendidikan," kata Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ade Erlangga dalam keterangannya, Rabu (26/02/2020).

Selain itu, Ade juga menyampaikan keprihatinan terhadap kejadian tersebut. Dia ingin kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami turut prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere. Semoga kejadian-kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di sekolah tersebut ataupun di sekolah lainnya," ucap Erlangga.

Ade minta sekolah dan pemerintah daerah membuat antisipasi pencegahan kekerasan, seperti prosedur anti kekerasan hingga pembuatan kanal pelaporan. Menurut Ade pembentukan Tim Pencegahan Tindak Kekerasan sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Selanjutnya
Halaman
1 2