Howard Bantah Dirinya Munafik Soal Hukuman Mati

Howard Bantah Dirinya Munafik Soal Hukuman Mati

- detikNews
Sabtu, 03 Des 2005 13:12 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard membantah anggapan bahwa dirinya munafik soal hukuman mati. Tudingan ini muncul karena Howard menolak keras vonis mati bagi Nguyen Tuong Van, warga Australia yang menyelundupkan narkoba di Singapura.Namun di lain pihak, Howard mendukung hukuman mati bagi mantan Presiden Irak Saddam Hussein. Ditegaskan Howard, penolakannya atas hukuman mati tidak berlaku untuk Saddam. "Ini bukan munafik, ini cuma manusiawi," cetus Howard seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Sabtu (3/12/2005)."Kita menggunakan penilaian subyektif kita soal kualitas prilaku yang melibatkan tindakan yang mendorong diberlakukannya hukuman mati," imbuh pemimpin negeri Kangguru itu. Howard berjanji akan mengupayakan pengampunan jika warga Australia lainnya, khususnya 9 orang yang tengah diadili di Indonesia, divonis mati. Sembilan warga Australia itu tengah dikurung di penjara Bali karena terlibat kasus narkoba."Jelas bahwa jika di masa mendatang orang-orang, atau warga Australia dihukum mati, kami akan memperjuangkan pengampunan," tandas Howard.Nguyen dieksekusi pada Jumat (2/12/2005) lalu di Penjara Changi, Singapura. Sebelum kematiannya, sang ibu, Kim, meminta pemerintah Singapura agar mengizinkan dirinya memeluk Nguyen. Namun permintaan ini tidak dikabulkan pemerintah Singapura. Nguyen dan ibunya hanya dibolehkan bergenggaman tangan. (ita/)


Berita Terkait