Moeldoko soal Kemenhan Terima Hibah Drone-Heli AS: Tak Ada Kepentingan Lain

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 18:42 WIB
Moeldoko
Moeldoko (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan pemberian hibah 14 unit pesawat tanpa awak (drone) dan 3 unit helikopter dari Amerika Serikat (AS) merupakan hal yang biasa dalam hubungan antara dua negara. Moeldoko menegaskan tak ada kepentingan lain di balik hal tersebut.

"Hibah itu kan kita punya skema kerja sama. Hibah itu yo biasalah. Bukan hal yang baru, bukan hal yang, interest-nya nggak ada, nggak ada kepentingan tertentu. Itu bagian dari kerja sama. Jadi bukan sesuatu yg diharamkan, bukan 'jangan-jangan ada ini', karena hubungan baik aja," kata Moeldoko kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Moeldoko lantas mengungkit mengenai hibah pesawat F-16. Menurut dia, hibah itu merupakan bagian dari kerja sama.

"Nggak lah. Karena kita dapat f-16 kemarin hibah kan, nggak ada kepentingan yg lain. Hal biasa itu dalam hubungan baik 2 negara," ujar dia.

Sebelumnya, Komisi I DPR menyetujui Kementerian Pertahanan (Kemhan) menerima hibah 14 unit drone dan 3 unit helikopter dari AS. Namun Komisi I meminta Kemhan untuk lebih dulu melakukan pengecekan terhadap drone dan heli tersebut.

"Jadi hari ini kita memberikan persetujuan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan, dalam pemberian hibah dari Amerika serikat, dalam bentuk ScanAagle UAV (low-altitude unmanned aerial vehicle) 14 unit, kemudian 412 helicopter equipment jadi ada tiga unit disepakati. Helikopter 3 unit dan juga equipment-equipment-nya," ujar Ketua Komisi I Meutya Hafid di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Meutya mengingatkan Kemhan untuk mengutamakan kehati-hatian, apalagi terhadap barang hibah. Meutya ingin drone dan heli itu bersih dari alat deteksi dan semacamnya.

"Dengan catatan Pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerimaan hibah. Kehati-hatian itu apa? Tentu barangnya diperiksa dulu , kelayakannya diperiksa dulu, kemudian juga misalnya alat deteksi dan lain-lain harus dibersihkan terlebih dahulu dari hibah tersebut," jelas dia.

(knv/rfs)