Kasus Pajak Dealer Jaguar, 3 Pegawai Pajak DKI Didakwa Terima Suap USD 96.375

Faiq Hidayat - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 18:28 WIB
Sidang kasus suap pajak dealer jaguar
Foto: Sidang kasus suap pajak dealer jaguar (Faiq/detikcom)
Jakarta -

Tiga pegawai pajak Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta, Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi didakwa menerima USD 96.375 dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim. Uang diberikan agar menyetujui permohonan lebih bayar pajak atau restitusi.

"Menerima uang sejumlah 96.375 dollar Amerika Serikat dari Darwin Maspolim selaku Komisaris PT WAE yang menjadi wajib pajak pada KPP PMA Tiga Jakarta, bersama dengan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE, LTD," kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Perbuatan Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi dilakukan bersama-sama dengan Yul Dirga saat menjabat Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta. Uang suap yang diterima bertujuan agar KPP PMA 3 Jamarta menyetujui permohonan lebih bayar pajak.

"Hadiah tersebut diketahui atau patut diduga agar para terdakwa menghitung penetapan jumlah lebih bayar pajak atau restitusi sesuai yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016," jelas jaksa.

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer hingga servis berbagai merek mobil. Merek mobil yang dimaksud yakni Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.


Kasus bermula pada 27 April 2016 jaksa mengatakan Darwin menandatangani Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Badan PT WAE pada tahun 2015, dengan status restitusi Rp 5 miliar. Atas permohonan itu Ismujiharjo, selaku kepala KPP PMA 3 Jakarta terdahulu, menunjuk tim pemeriksa yaitu Hadi Sutrisno selaku supervisor, Jumari Ketua Tim dan M Naim Fahmi anggota Tim.

Selanjutnya, tim pemeriksa pajak menemui Darwin untuk menjelaskan tujuan pemeriksaan hingga meminta sejumlah dokumen terkait proses bisnis PT WAE. Usai dilakukan pemeriksaan, tim pemeriksa meminta Darwin untuk mengkoreksi penghitungan pajak PT WAE, namun disanggah Darwin.

Sanggahan Darwin itu disambut positif oleh supervisor Hadi Sutrisno, dia menawarkan restitusi Darwin bisa disetujui asalakan dengan memberi imbalan atau fee Rp 1 miliar. Permintaan Hadi itu disanggupi Darwin.

"Setelah ada kesepakatan tersebut, pada tanggal 13 April 2017, tim pemeriksa pajak mengusulkan kepada terdakwa selaku Kepala KPP PMA 3 Jakarta yang menggantikan Ismujiharjo yang pada pokoknya bahwa KPP PMA 3 akan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar PPh Badan untuk PT WAE Tahun 2015 sejumlah Rp 4.592.331.230. Sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan dimana atas dasar tersebut terdakwa tidak melakukan review secara mendalam tapi langsung menyetujui dan menandatangani," ucapnya.

Dengan keluarnya hasil laporan itu, jaksa menyebut Darwin memerintahkan stafnya Amelia Pranata untuk mengeluarkan uang Rp 982 juta yang ditukar dalam bentuk dolar bertotal USD 73.700 dan disimpan Uang tersebut diserahkan staf Darwin Lilis Tjinderawati dan Amelia kepada Hadi di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat (Jakbar).

Tonton juga Jadi Saksi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan KPK :

Selanjutnya
Halaman
1 2