Ratusan Siswa Madrasah Aliyah Belajar Sistem Ketatanegaraan di MPR

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 17:06 WIB
MPR
Foto: Dok MPR
Jakarta -

Plt Kepala Bagian Pemberitaan Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi Setjen MPR, Budi Muliawan menerima kunjungan ratusan siswa Madrasah Aliyah Annajah Jakarta. Ia meminta para siswa menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.

"Ada lima sila namun inti dari Pancasila adalah gotong royong. Nilai-nilai Pancasila wajib ini kita implementasikan dalam hidup keseharian," ujar Budi di Gedung Nusantara V, Komplek MPR Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Menurut Budi pancasila merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang tercermin dalam setiap sila nya digali oleh Presiden Soekarno dari apa yang ada dan hidup di Indonesia kala itu.

Dia menerangkan pada 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia menetapkan UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara. Dalam perjalanan waktu, konstitusi yang ada berkembang dinamis. Selain UUD Tahun 1945, Indonesia pernah memiliki Konstitusi RIS, UUD sementara, hingga kembali ke UUD Tahun 1945.

Pada tahun 1999 hingga 2002, UUD mengalami amandemen hingga akhirnya menjadi UUD NRI Tahun 1945. UUD menurut Budi merupakan dasar hukum tertinggi dalam susunan perundang-perundangan yang ada. UUD mengatur segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Semua sistem perundang-undangan yang ada harus mengacu dan berpedoman pada UUD. Tidak boleh ada undang-undang atau aturan di bawahnya yang bertentangan dengan UUD," jelasnya.

Ketika bangsa Indonesia hendak merdeka, kata Budi ada dinamika pemikiran mengenai bentuk negara. Dari dinamika ini, akhirnya bangsa ini sepakat dengan bentuk negara kesatuan NKRI. "NKRI merupakan bentuk yang paling tepat bagi bangsa Indonesia," terangnya.

Meski banyak perbedaan namun semua tetap satu Indonesia seperti yang ada dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagamaan dan perbedaan yang ada disebut sebagai potensi besar bangsa ini. Tak ada masalah meski masyarakat beragam.

"Meski berbeda namun kita tetap bersatu," pungkasnya.

(ega/ega)