Survei Ombudsman 2019: Yogya Jadi Provinsi Paling Rendah Maladministrasi

Rahel - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 16:10 WIB
Rayahan gunungan Gerebeg Maulud Keraton Yogyakarta, (10/11/2019).
Jakarta -

Ombudsman RI melakukan survei Indeks Persepsi Maladministrasi tahun 2019. Provinsi Yogyakarta, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi daerah dengan tingkat maladministrasi terendah.

Ombudsman melakukan survei terhadap 280 orang di 10 provinsi yang ada di Indonesia, yaitu D.I Yogyakarta, Gorontalo, Sulawasi Tengah, Sulawesi Utara, Papua, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara Maluku Utara, Aceh, dan Maluku. Secara khusus survei ini mengukur 4 pelayanan dasar yang diterima oleh masyarakat selama ini.

"Metodenya maka kami lakukan survei di 10 provinsi khusus pada 4 layanan mendasar, dalam hal ini administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan perizinan. Bahwa 4 layanan itu adalah layanan yang penting sekali, dasar yang kita anggap sebagai suatu ikon dalam rangka suatu layanan yang dikatakan baik," kata Anggota Ombudsman Adrianus Meliala, di Kantor Ombudsman, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Adrianus menjelaskan hanya mengambil sampel dari 1 kota dan 1 kabupaten yang ada di masing-masing provinsi. Survei juga dilakukan dengan menyebarkan kuisioner ke masyarakat pengguna pelayanan publik.

"Setiap provinsi diambil 1 kota dan 1 kabupaten. Jadi ibukota provinsi dan 1 kota. Dari pengambilan data menyebarkan kuisioner kepada masyarakat sebagai pengguna layanan langsung" ucap Adrianus.

Adrianus mengatakan Yogyakarta memiliki hasil indeks persepsi maladministrasi yang terendah di tahun 2019. Kemudian diikuti dengan Gorontalo dan Sulteng.

"Maka untuk persepsi maladministrasi terendah atau paling baik itu ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (dengan indeks) 3,50, kemudian disusul dengan Gorontalo (dengan indeks) 4,05 dan kemudian Sulawesi Tengah (dengan indeks) 4,15," kata Adrianus.

Sementara itu, provinsi yang memiliki indeks persepsi maladministasi tertinggi di 2019 adalah Malulu dengan indeks 5,02.

"Yang paling rendah, itu pun masih dalam katagori sedang menuju rendah artinya masih baik sebetulnya adalah maluku, 5,62," ucap Adrianus.

Menurutnya, Yogyakarta dapat menjadi provinsi dengan indeks malaministrasi terendah karena keunggulan dari daerah tersebut. Salah satunya karena banyak pendatang di provinsi tersebut.

"Yogyakarta adalah salah satu daerah yang terbuka dengan berbagai pendatang, pelajar, middle classnya juga besar dan kuat sekali. Maka itu semua mendorong pelayanan di Yogyakarta untuk meningkatkan kualitasnya dan kemudian dipersepsi oleh publik sebagai memiliki maladministrasi yang rendah," tutur Adrianus.

(asp/asp)