AS Ternyata Tahu Sejak Awal & Dukung Invasi RI ke Timtim
Sabtu, 03 Des 2005 10:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat ternyata telah mengetahui sejak awal dan bahkan secara eksplisit menyetujui invasi Indonesia ke Timor Timur (Timtim) pada tahun 1975 silam. Demikian terungkap dalam dokumen-dokumen yang baru dirilis lembaga independen, Arsip Keamanan Nasional (NSA) yang berbasis di Washington, AS.Dalam dokumen yang dirilis pekan ini, terungkap bahwa pejabat-pejabat AS telah mengetahui rencana invasi itu hampir setahun sebelumnya. Invasi itulah yang kemudian mengakibatkan Timtim berada dalam kekuasaan RI selama 24 tahun.Pejabat-pejabat AS mengambil "kebijakan diam" dan bahkan menahan berita-berita dan pembicaraan mengenai Timor Lorosae yang telah melepaskan diri dari kedaulatan RI. Ini termasuk berita-berita mengenai pembunuhan warga sipil Timtim yang dilakukan tentara Indonesia.Demikian menurut dokumen AS yang dulunya dirahasiakan tersebut seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (3/12/2005). Ternyata pemerintah AS telah beberapa kali berupaya menyembunyikan informasi mengenai Timtim. Ini dilakukan untuk menghindari timbulnya kontroversi yang akan mendorong Kongres mengeluarkan larangan penjualan senjata ke Indonesia."Saya anggap kalian akan menutup mulut kalian soal masalah ini," ujar Penasihat Keamanan Nasional saat itu Henry Kissinger kepada stafnya pada Oktober 1975. Pernyataan ini disampaikan Kissinger sebagai respons atas laporan bahwa Indonesia telah memulai serangannya di Timor Lorosae.Dalam dokumen ini dibeberkan bahwa pemerintahan Presiden Gerald Ford saat itu tahu bahwa Indonesia telah menyerang Timtim dengan menggunakan peralatan militer yang dibeli dari AS. Padahal penggunaan senjata militer untuk tujuan invasi adalah ilegal. Pada tahun 1977, pejabat pemerintahan Presiden Jimmy Carter, pengganti Ford, berhasil menghalangi pembeberan dokumen soal pertemuan antara Presiden Ford dan Kissinger yang saat itu telah menjadi Menteri Luar Negeri AS dengan Presiden RI Soeharto.Dalam pertemuan yang digelar pada Desember 1975 itu, Ford dan Kissinger secara eksplisit mendukung invasi RI ke Timtim. Bahkan hingga tahun 1980-an, pejabat-pejabat AS terus menerima -- dan membantah -- laporan-laporan kredibel mengenai pembunuhan warga sipil Timtim oleh personel RI.
(ita/)











































