Seberapa Parah Luka Pemobil Teriak 'Kafir' di Makassar Akibat Amukan Massa?

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 14:54 WIB
Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes dr Farid Amansyah (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes dr Farid Amansyah (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Baharuddin, pengendara mobil yang diamuk massa karena melakukan tabrak lari terhadap puluhan pengendara motor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih dirawat di rumah sakit (RS). Baharuddin babak belur akibat dianiaya massa.

"Alhamdulillah luka-lukanya tidak terlalu serius, ada luka-luka lebam di kepala dan badan," ujar Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes dr Farid Amansyah kepada wartawan di kantornya, Jl Andi Mappaoddang, Makassar, Rabu (26/2/2020).

"Tapi kami tidak mendapatkan tanda-tanda yang serius. Walaupun begitu kami tetap menangani secara komprehensif," sambung dr Farid.

Baharuddin dianiaya massa setelah melakukan tabrak lari tepat di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, sekitar pukul 19.30 Wita, Selasa (25/2). Baharuddin dievakuasi polisi, namun mobilnya ringsek parah karena tak luput dari amukan massa.

Selain luka-luka karena amukan massa, Baharuddin dirawat karena ternyata memiliki masalah kejiwaan. Bahkan dia divonis dokter mengalami gangguan jiwa akut.

"Ternyata, setelah kami mendalami, yang bersangkutan tiga tahun sebelumnya merupakan pasien salah satu dokter psikiater di Makassar," kata dr Farid.

Pantauan detikcom, sekitar pukul 14.25 Wita, Baharuddin menjalani perawatan di salah satu kamar perawatan di area Love Bird RS Bhayangkara Polda Sulsel. Baharuddin tampak ditemani sejumlah kerabat dan istrinya.

Diberitakan sebelumnya, insiden tabrak lari terhadap puluhan pengendara motor ini terjadi di Jl Urip Sumoharjo, sekitar pukul 19.30 Wita, Selasa (25/2). Baharuddin selaku pengendara diamuk massa hingga babak belur.

Baharuddin juga disebut sempat berteriak kafir kepada korban yang ditabrak. Hal itu disampaikan istrinya, Fatimah, kepada polisi.

"(Semua yang ditabrak) dibilangi kafir menurut keterangan istrinya. Termasuk istrinya sendiri diancam," ujar Kepala SPKT III Polsek Panakkukang Ipda Ambo Tang kepada wartawan di Polsek Panakkukang.

(gbr/gbr)