Soal Evakuasi WNI Kru Diamond Princess, Jokowi: Diplomasi Tak Semudah Itu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 12:45 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Andhika/detikcom)
Presiden Joko Widodo (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan proses evakuasi WNI kru kapal pesiar Diamond Princess menunggu proses diplomasi dengan pemerintah Jepang. Jokowi mengatakan proses diplomasi tidak mudah.

"Ini karena juga masih proses negosiasi dengan pemerintah Jepang. Ini aja belum sampai ke Pulau Sebaru sehingga, kalau sudah sampai, ditata, kita menyiapkan ini lagi. Tidak semudah itu diplomasi, negosiasi. Tidak segampang itu, tapi akan berusaha secepat-cepatnya untuk menyelesaikan ini," kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Jokowi mengatakan proses evakuasi akan dilakukan satu per satu. Kini, pemerintah sedang mengevakuasi 188 WNI ABK World Dream.

"Ini dirampungkan satu-satu. Dirampungkan, wong belum merapat juga di Pulau Sebaru. Nanti kalau sudah sampai sana ditata lagi, kemudian kita berbicara ABK yang ada di Jepang, di Diamond Princess," ujar dia.

Jokowi mengatakan semua keputusan terkait proses evakuasi WNI yang tertahan akibat wabah virus Corona ini harus dilakukan dengan hati-hati. Pemerintah, kata Jokowi, tak bisa didesak.

"Semuanya keputusan harus hati-hati. Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dihitung, dikalkulasi semuanya. Hati-hati. Saya selalu pesan pada Menko, pada menteri, hati-hati memutuskan. Hati-hati, berhitung dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita didesak-desak. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Ndak. Harus tepat. Seperti di Natuna yang kemarin," tuturnya.