Dorong Pengawasan Hakim, Jokowi: Yang Bersih Harus Diapresiasi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 12:16 WIB
Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) berbincang dengan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Ratas tersebut membahas tentang persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd.
Jokowi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) meningkatkan kredibilitas para hakim. Jokowi ingin para hakim bersih diberi penghargaan.

"Saya juga mendukung langkah MA dan Komisi Yudisial untuk meningkatkan pengawasan hakim. Kredibilitas lembaga peradilan sangat ditentukan oleh kredibilitas para hakimnya. Karena itu, lewat e-punishment harus diterapkan secara konsisten. Hakim-hakim yang bersih dan berkualitas harus diberikan apresiasi dan penghargaan sehingga tercipta peradilan yang bersih, peradilan yang berwibawa seperti yang diharapkan oleh seluruh masyarakat," kata Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Jokowi juga mendukung upaya MA dalam meningkatkan kualitas SDM para hakim. Salah satunya mendorong mereka belajar di kampus-kampus terbaik.

"Dalam kerangka reformasi peradilan saya akan terus mendukung upaya Mahkamah Agung untuk meningkatkan kualitas putusan para hakim melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik SDM calon hakim maupun hakim yang sudah ada. Di tengah banyaknya profesi-profesi baru di bidang hukum yang menjanjikan minat untuk menjadi hakim juga harus terus didorong. Terutama masuk ke fakultas-fakultas hukum yang terbaik sehingga mendapatkan input calon calon hakim yang semakin baik," ujar dia.

Jokowi lantas bicara masyarakat yang sadar hukum. Tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum akan menampilkan hukum yang tidak represif.

"Sehingga hukum tampil bukan hanya dalam wajah yang depresif yang menuntut kerja para penegak hukum tapi sadar hukum sudah hidup dalam budaya masyarakat sehingga kerja-kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan," ujar dia.

Tonton juga video Jokowi Hingga Detik Ini Belum Kepikiran Reshuffle:

[Gambas:Video 20detik]

(knv/gbr)