Usai Rapat di Gurun dan Berburu Pakai Elang, Prabowo Disopiri Menhan UEA

Zulfi Suhendra - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 11:19 WIB
Menhan Prabowo Subianto dengan Menhan UEA
Foto: Menhan RI Prabowo Subianto dengan Menhan UEA/Instagram Dahnil Anzar Simanjuntak
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA). Di sana Prabowo bicara kerja sama dengan UEA sambil disopiri oleh Menhan UEA Mohammed bin Ahmad Bawardy.

Dilihat dari unggahan Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak di Instagram, Prabowo mengenakan kemeja jeans biru, bertopi dan kaca mata hitam. Sementara sebelah Prabowo, Menhan UEA Mohammed bin Ahmad Bawardy duduk di balik kemudi mobil Nissan SUV berwarna perak.

Juga terlihat beberapa mobil pengawalan di belakang. Rombongan kendaraan ini menyusuri jalan di tengah-tengah gurun pasir.

"Menhan UEA, Mohammed bin Ahmad Bawardy mengemudikan mobilnya sendiri menemani Menhan RI menelusuri Gurun Pasir sambil bicara kerja sama pertahanan RI-UEA," tulis Dahnil dalam unggahannya, dilihat Rabu (26/5/2020).

Sebelumnya, Prabowo bersama Menhan UEA melakukan rapat membahas kerja sama pertahanan di tengah gurun pasir. Di momen itu juga Prabowo berburu menggunakan elang milik Menhan UEA. Pakaian yang dikenakan Prabowo juga tampak masih sama.

Usai Rapat di Gurun dan Berburu Pakai Elang, Prabowo Disopiri Menhan UEAFoto: Menhan Prabowo rapat di gurun pasir/Instagram Dahnil Anzar Simanjuntak

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meneken MoU perjanjian kerja sama di bidang pertahanan dengan Menhan Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Ahmed Al Bowardi. Penandatangan itu sebagai tindak lanjut dari letter of intent yang ditandatangani kedua negara di Bogor pada Juli 2019.

Karo Humas Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Totok Sugiharto menjelaskan kunker Prabowo ke luar negeri untuk memperkuat diplomasi pertahanan. Hal tersebut dinilai perlu mengingat situasi global yang semakin dinamis.

"Diplomasi pertahanan kita perlu dibangun lebih kuat lagi, terutama untuk menghadapi dinamika global. Selain itu, diplomasi pertahanan secara khusus juga diperlukan untuk mencegah terjadinya ketegangan antarnegara" ujar Totok dalam keterangannya, Senin (24/2/2020).

[Gambas:Instagram]



(zlf/bar)