Jakarta Banjir Terus, Kebijakan Revitalisasi Anies di Cikini Dikritik

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 18:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai.
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai. (Yogi-detikcom)
Jakarta -

Jakarta kembali terendam banjir karena imbas hujan deras. Kebijakan revitalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap sebagai pangkal masalah banjir ini.

"Kemarin banyak program yang sudah dikomitmenkan tidak dieksekusi karena terjebak persoalan naturalisasi sebagai solusi banjir. Ternyata problem yang dihadapi sekarang bukan persoalan naturalisasi. Tapi persoalan masalah hujan lokal dan sistem drainase yang sudah parah," kata pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna saat dihubungi, Selasa (25/2/2020).

Yayat mempertanyakan apakah Pemprov DKI pernah melakukan audit terhadap kapasitas sistem drainase di Jakarta. Padahal, menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat curah hujan yang tinggi.

"Tidak pernah ada audit yang menjelaskan kapasitas sistem drainase kita. Untuk perkiraan hujan curah hujannya. Hari ini kan curah hujannya 240 mm hingga hampir 290 mm dalam satu kawasan. Artinya dengan ketinggian curah hujan seperti itu, sistemnya masih bisa apa tidak? Kalau sistemnya tidak bisa diperkirakan, ya sudah, terima masalahnya," ujar Yayat.

Dia kemudian menyoroti kebijakan revitalisasi trotoar yang gencar dikerjakan oleh Anies. Salah satunya ialah revitalisasi trotoar di Cikini, Jakarta Pusat.

"Apakah pembangunan trotoar akhir-akhir ini sudah memmikirkan tumpahan airnya, karena jatuh di jalan. Apakahnya lubangnya terlalu kecil? Hingga akhirnya airnya ngantri. Stasiun Cikini sekarang kebanjiran, jarang itu. Ada kemungkinan besar karena revitalisasi trotoar di Cikini," ungkapnya.

Tonton juga 'Pintu Air Karet Siaga 1, Anies: Mesin Pompa Berfungsi Baik':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2