BMKG Prediksi Fenomena Cuaca Ekstrem Masih Akan Terjadi hingga 2040

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 17:13 WIB
Sejumlah warga melintasi banjir di RT 2 RW 3 Rawadas, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020). Banjir yang melanda kawasan ini mencapai 90 meter.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem terus meningkat dalam 30 tahun terakhir. BMKG meminta agar pengelolaan lingkungan dan tata air terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Kondisi kejadian fenomena cuaca dan iklim ekstrem semakin sering selama 30 tahun terakhir dengan intensitas yang semakin tinggi," ujar Dwikorita kepada wartawan di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

Dia mengatakan peningkatan cuaca ekstrem diprediksi masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, fenomena cuaca dan iklim ekstrem masih akan terjadi pada 2020 hingga 2040.

"Hal yang sama diproyeksi juga akan terjadi di masa yang akan datang tahun 2020-2040," katanya.

Atas fenomena peningkatan cuaca ekstrem itu, Dwikorita meminta pemerintah baik pusat dan daerah untuk mempersiapkan mitigasi dalam penanganan bencana alam akibat cuaca ekstrem. Terlebih, kata dia, koordinasi, dan sinergi keduanya harus ditingkatkan dalam penanganan banjir.

"Pengelolaan lingkungan dan tata air harus terintegrasi dari hilir ke hulu, mengingat jumlah akumulasi curah hujan di wilayah hulu relatif lebih tinggi 1,4 kali dibanding wilayah hilir, maka tata kelola air harus mampu menyimpan (menahan air) lebih lama di wilayah hulu," katanya.

Selain itu, Dwikorita menyebut tren curah hujan ekstrem lebih dominan di wilayah hilir. Maka, kata dia, sistem hidrolik (infrastruktur bangunan air) perlu lebih diperkuat di wilayah tersebut.

"Pengelola banjir harus sejalan dengan pengelolaan kekeringan untuk menjaga ketahanan air pada saat musim kemarau," pungkasnya.

(fas/zlf)