BMKG Sudah Laporkan Peringatan Cuaca Ekstrem ke Pemprov DKI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 16:43 WIB
BMKG (Farih Maulana Sidik/detikcom)
BMKG (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga sepuluh hari pertama Maret. Untuk mengantisipasi itu, BMKG menyebut telah menyampaikan laporan peringatan cuaca ekstrem kepada pemerintah daerah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya sudah memberitahukan peringatan itu lewat pertemuan khusus. Termasuk laporan peringatan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi betul sudah disampaikan dalam koordinasi khusus tentang tren untuk kondisi ekstrem yang semakin meningkat dan intensitasnya semakin tinggi," kata Dwikorita di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

Dia menyebut sejumlah pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Pemprov DKI, sudah mengantisipasi cuaca ekstrem.

"Dan upaya lanjut dari penyampaian tersebut sudah ada langkah-langkah juga. Misalnya pengendalian pompa, juga upaya untuk penghijauan, kan gencar sekali kan," katanya.

Dwikorita menuturkan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir secara dominan dipicu oleh faktor dinamika atmosfer skala lokal. Menurut dia, adanya pembentukan pola konvergensi atau pertemuan massa udara dan kondisi labilitas udara yang kuat, terutama di wilayah Jawa bagian barat dan Jabodetabek.

"Berdasarkan hasil analisis perkembangan musim hujan dasarian II Februari 2020 dapat disampaikan bahwa 100 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim hujan, termasuk wilayah Jabodetabek," katanya.

Tonton juga 'Antisipasi Cuaca Ekstrem, BMKG Sudah Wanti-wanti ke Pemda':

[Gambas:Video 20detik]

(fas/gbr)