Polemik AKD DPRD Deli Serdang Belum Usai, Gerindra-Demokrat Tak Ikut Reses

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 14:19 WIB
Koalisi Gerindra Demokrat
Gerindra dan Demokra. Foto: Luthfi/detikcom
Medan -

Gejolak persoalan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Deli Serdang masih terus memanas. Terbaru, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra dan Demokrat tidak mengikuti reses yang dilakukan DPRD Deli Serdang.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Deli Serdang, Kamaruzzaman, menjelaskan langkah tersebut diambil Gerindra karena fraksinya tak menganggap ada AKD di DPRD Deli Serdang.

"Saya menganggap Badan Musyawarah (Bamus) itu nggak ada. Karena AKD belum selesai," ujar Kamaruzzaman, Selasa (25/2/2020).

Dia juga mengatakan fraksinya tak ikut reses untuk menunggu keputusan dari Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Menurutnya, para pihak yang berpolemik di DPRD Deli Serdang sebelumnya sepakat menunggu keputusan Dirjen Otda.

"Hasil kesepakatan kita semua fraksi ketika di Otda Sumut, kita menunggu hasil dari Dirjen Otda Jakarta. Jadi makanya reses kita tunggu ajalah dulu keputusan dari Otda," ucapnya.

Sebagai informasi, reses DPRD Deli Serdang dilakukan pada 17-22 Februari 2020. Ada tujuh Fraksi di DPRD Deli Serdang ikut melaksanakan reses tersebut.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Deli Serdang, Legimun, mengatakan pihaknya ikut melaksanakan reses karena sudah sesuai dengan keputusan Dirjen Otda. Menurutnya, Gerindra dan Demokrat tidak ikut reses karena tak punya anggota dalam AKD.

"AKD udah terbentuk, udah siap. Tapi dua fraksi Demokrat dan Gerindra itu belum masuk AKD, makanya nggak ikut reses. Keputusan otda sudah keluar. Sudah selesai," jelas Legimun.

Sebelumnya, ada tiga fraksi yang belum menyerahkan nama-nama untuk masuk AKD meski pelantikan anggota DPRD digelar pada Oktober 2019. Tiga fraksi itu adalah Gerindra, PKS, dan Demokrat, meski belakangan PKS menyerahkan nama-nama anggotanya.

Wakil Ketua DPRD Deli Serdang dari Fraksi NasDem, Nusantara Tarigan, sempat menjelaskan awal mula persoalan ini terjadi.

"Pada tanggal 13 Desember hadir dan rapat di ruangan Ketua DPRD dihadiri oleh empat pimpinan lengkap dan sembilan ketua fraksi dan sekretaris fraksi. Artinya, fraksi juga lengkap di sana," ujar Nusantara, Jumat (24/1).

Dia juga menyebut saat itu rapat paripurna dalam keadaan kuorum karena dihadiri 44 dari 50 anggota DPRD. Meski demikian, dia mengatakan ada walk out yang dilakukan di tengah rapat dan hanya menyisakan 28 orang di rapat paripurna.

Rapat terus berlanjut dan AKD terbentuk tanpa ada anggota dewan dari Gerindra, Demokrat dan PKS di dalam AKD. Gejolak terus bergulir dan Kemendagri telah meminta Gubsu Edy Rahmayadi memediasi masalah ini.

(tor/tor)