Duh, Oknum Polisi Lindungi Maling

Duh, Oknum Polisi Lindungi Maling

- detikNews
Sabtu, 03 Des 2005 01:09 WIB
Denpasar - Citra polisi yang seharusnya bertugas menangkap pencuri tercoreng. Salah seorang anggotanya, Bripda Suharyanto (23) anggota unit Narkoba Polresta Surabaya Selatan justru melindungi pencuri yang sedang beraksi di Denpasar.Sikap nyeleneh polisi ini disampaikan Kapoltabes Denpasar, Kombes Polisi Dewa Made Parsana kepada wartawan di kantornya, Jalan Gunung Sanghyang, Denpasar, Jumat (2/12/2005). Polisi nyeleneh ini ditangkap oleh polisi KP3 Gilimanuk Bali saat akan menyeberang ke Banyuwangi.Kejadian berawal ketika ia datang bersama dua rekannya suami istri ke Denpasar, Kamis (1/12). Mereka datang ke Bali naik mobil Izusu Panther nopol D 1847 HD yang disopiri Nanang. Setelah lelah berkeliling kota Denpasar, sekitar pukul 19.00 Wita, mereka singgah di salah satu toko elektronik yang di Jalan Gatot Subroto Timur untuk berbelanja barang elektronik.Layaknya pembeli, Suharyanto bersama temannya berlagak sebagai pembeli. Mereka mengaku sedang mencari barang-barang elektronik kepada karyawan toko Wayan Karminiani. Setelah cukup 'bertransaksi', Nanang ikut nimbrung. Dan saat penjaga lengah, Nanang mengambil laptop milik pemilik toko dan memasukan ke dalam mobil.Karena merasa ada laptopnya hilang, pelayan toko bertanya kepada pasangan suami istri teman Suharyanto. Pasutri ini menjawab mungkin saja Nanang yang mengambil. Pemilik toko pun menggeledah mobil tersebut dan menemukan laptopnya. Sontak, pemilik toko berteriak minta tolong. Massa di sekitar lokasi kejadian yang mendengar teriakan korban pun berdatangan. "Merasa kondisinya (Suharyanto) dan temanya dalam keadaan bahaya, Suharyanto mengeluarkan pistol dan kartu anggota polisi selanjutnya mereka kabur," kata Parsana.Poltabes Denpasar bergerak cepat menutup ruang gerak Suharyanto dan teman-temannya. Suharyanto baru bisa diciduk di Pelabuhan Gilimanuk. Namun pasutri dan Nanang berhasil kabur. "Saat ini kasus sedang di tangani Provost. Suharyanto bisa terkena indisipliner karena mengeluarkan senjata sembarangan," tegas Parsana. (ton/)


Berita Terkait