Agar Berbaur, Wapres Minta Etnis Tionghoa Giatkan Interaksi
Jumat, 02 Des 2005 23:50 WIB
Surabaya - Wapres Jusuf Kalla mengingatkan etnis Tionghoa untuk lebih berbaur dengan masyarakat. Karena itu, interaksi dengan kelompok masyarakat harus makin ditingkatkan."Kita tidak mengenal lagi yang namanya diskriminasi pada bangsa yang besar ini. Tentunya bangsa ini tidak akan senang jika ada perilaku yang berbeda, siapa saja." Demikian kata Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan Muktamar 3 Pembina Imam Tauhid Indonesia (PITI) di Gedung Islamic Centre, Dukuh Kupang, Surabaya, Jumat malam (2/12/2005).Kalla tidak menampik jika ada perasaan etnis Tionghoa yang beragama Islam lebih mudah berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat. "Itu wajar saja karena pertemuan itu bisa saja dari masjid dan dimana saja. Perbanyaklah interaksi," imbau Kalla. Tapi tidak berarti yang tidak beragama Islam sulit berbaur. Kalla mengungkapkan, hal itu tergantung cara dan perilaku masing-masing. "Agama tidak membedakan pembauran. Pembauran bisa lebih cepat jika interaksinya lebih banyak sehingga pembauran bangsa ini lebih cepat," tuturnya.
(ton/)











































