Pemerintah Kirim Tim Psikiatri Bantu Trauma Healing WNI Kena Corona di Jepang

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 19:10 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Foto: Menkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sembilan WNI di Jepang dinyatakan terkena wabah virus corona COVID-19 sedang menjalani perawatan. Pemerintah Indonesia menyiapkan mengirim tim psikiatri untuk membantu trauma healing WNI.

"Kita selalu komunikasi, nanti tim-tim psikolog kita, psikiatri, trauma healing akan terus berkomunikasi supaya teman-teman kita di sana bisa saling berkomunikasi dengan tim trauma healing. Saya kira nanti mereka juga akan lebih tenang ketika sudah berkomunikasi dengan tim trauma healing kita," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).



Terawan mengatakan tim trauma healing akan memastikan kondisi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan psikologi para 9 WNI tersebut. Ia menambahkan, hasil pemeriksaan tim trauma healing itu akan dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan negosiasi lanjutan dengan pemerintah Jepang.

"Ya nanti tim trauma healing akan datang. Kan tim trauma healing nggak tahu ini traumanya kenapa, apa karena kangen keluarga atau karena bosan. Harus diingat ini ABK yang bekerja di dalam kapal. Itu di tempat kerjanya lho. Bukan kalau kita jadi penumpang," sebutnya.

"Ini harus dikomunikasikan dengan tim trauma healing untuk mencari apa solusi yang baik sehingga ada kesempatan kita tetap bernegosiasi dengan Jepang," sambung Terawan.



Terawan juga mengatakan Indonesia sangat berhati-hati dalam memutuskan tiap hal yang berkaitan dengan penanganan virus corona. Dia tidak ingin tergesa-gesa dan justru bakal merugikan Indonesia di kemudian hari.

"Ini ada hal-hal yang khusus. Kita perlu kehatian yang sangat. Bagaimana ada negara-negara keburu melakukan evakuasi dari tadinya sehat sampai ke negaranya jadi sakit. Nanti jadi episentrum baru. Negara kita menggunakan asas kehatian sangat karena status kita masih zero dan kita doakan tetap zero. Itu yang kita jaga," pungkas Terawan.

(idn/idn)