Merasa Difitnah, Benny Tjokro Polisikan Dirut Jiwasraya Hexana Sasongko

Matius Alfons - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 16:54 WIB
Muchtar, pengacara Benny Tjokrosaputro di Polda Metro Jaya
Muchtar, pengacara Benny Tjokrosaputro, di Polda Metro Jaya. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Trisasongko dipolisikan oleh Benny Tjokrosaputro. Henxana dilaporkan atas dugaan fitnah setelah menyampaikan soal kerugian negara akibat kasus korupsi Jiwasraya Rp 13 triliun dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR beberapa waktu lalu.

Pelaporan atas Hexana ini diwakilkan oleh kuasa hukum Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Muchtar Arifin. Benny Tjokro sendiri saat ini berstatus sebagai tersangka di kasus korupsi Jiwasraya ini.

"Menyangkut Jiwasraya ya dugaan tindak pidana korupsi. Nah kedatangan saya di Polda Metro Jaya siang ini ingin menyampaikan laporan pengaduan terhadap Dirut Jiwasraya Hexana Trisasongko dan juga sekretaris perusahaannya karena beberapa hari lalu ketika dengar pendapat di DPR," kata Muchtar kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Muchtar menjelaskan fitnah itu terjadi saat Hexana melakukan rapat dengar pendapat bersama DPR beberapa waktu lalu. Saat rapat itu, sebutnya, Hexana menyinggung kerugian negara Rp 13 triliun merupakan saham Benny.

"Dirutnya menyatakan bahwa kerugian negara dalam bentuk gagal bayar Jiwasraya sekitar Rp 13 T lebih. Itu semuanya sahamnya kepunyaan klien kami Benny Tjokrosaputro. Ini tentu tidak sesuai dengan fakta. Kami anggap ini merupakan fitnah yang merugikan juga nama baik dari klien kami," ucapnya.

Muchtar menyebut saham Jiwasraya itu bukan kepemilikan Benny seorang.

Namun, saat ditanya berapa saham yang dimiliki oleh Benny Tjokro, Muchtar tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Muchtar beralasan bahwa saat ini tengah dilakukan audit oleh Badan pemeriksa Keuangan (BPK).

Selanjutnya
Halaman
1 2