Selain Mahar Lahan Nikel, Putri Bupati Jeneponto Diberi Calon Mertua Ini

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 16:05 WIB
Lamaran dengan mahar terbilang mencengangkan di Sulawesi kembali jadi perhatian.
Acara lamaran putri Bupati Jeneponto dan Bupati Konawe yang maharnya berupa tanah tambang nikel 12,5 hektare. (Foot: dok. Istimewa)
Jeneponto -

Selain diberi mahar fantastis berupa tanah tambang nikel 12,5 hektare, 30 ekor sapi, hingga 3 ekor kerbau, putri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Irma Dwiyani Iskandar, juga diberi sejumlah barang hantaran yang disebut dengan istilah adat appanai' leko'.

Dalam pernikahan orang Bugis-Makassar, adat appanai' leko' kerap disebut juga dengan istilah angerang-ngerang alias membawa barang hantaran dari pihak calon mempelai pria ke calon mempelai wanita.

Istilah leko' ini terbagi dua, yakni leko' lompo, yang berarti membawa barang hantaran besar, seperti mahar dan uang panai. Selain itu, ada pula leko' caddi, yakni membawa barang hantaran kecil, yang lagi-lagi diberikan pihak pria ke pihak wanita.

"Penyerahan leko' ca'di berupa sarung sutra Makassar oleh istri Bupati Konawe ke calon mempelai wanita," ujar salah satu panitia mappetuada atau panitia lamaran, Mustaufik, kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Selain pemberian leko' caddi berupa sarung sutra dan sejumlah jenis kain, pihak calon mempelai pria disebut membawakan sejumlah kue tradisional khas Konawe untuk calon mempelai wanita.

"Leko' ca'di itu hantaran secara adat oleh pihak laki-laki ke perempuan. Seperti kue, ada kue-kue tradisional mereka, itu yang dibawa itu," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto Syafruddin Nurdin saat dimintai konfirmasi.

Acara lamaran antara putri Bupati Jeneponto dan Bupati Konawe yang maharnya berupa tanah tambang nikel 12,5 hektare. (Foto: dok. Istimewa)

"Itu hari ada kue-kue tradisional mereka, ada kelapa, tapi saya tidak tahu persis seperti apa saja (rinciannya)," sambung Syafruddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, putri sang bupati dilamar oleh Fachry Pahlevi Konggoasa, yang merupakan putra Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keduanya diketahui baru satu bulan saling mengenal di Makassar sebelum akhirnya mantap melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan.

Proses lamaran kedua anak pejabat tersebut berlangsung di kediaman calon mempelai wanita, Jl Sirajuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, pada Kamis (20/2). Acara berlangsung lancar dan hikmat dengan dihadiri keluarga calon mempelai pria dan wanita.

Sementara itu, resepsi pernikahan Irma Dwiyani dan Fachri Pahlevi direncanakan berlangsung pada 25 Juni 2020.

(jbr/jbr)