Kalla: Usulan PNS Masuk Parpol untuk Imbangi Pengusaha

Kalla: Usulan PNS Masuk Parpol untuk Imbangi Pengusaha

- detikNews
Jumat, 02 Des 2005 17:29 WIB
Jakarta - Usulan agar PNS bisa kembali berpolitik ditolak di sana-sini. Sang pengusul, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wapres RI, Jusuf Kalla, pun membela diri. Menurut Kalla, usulannya agar PNS bisa menjadi anggota parpol itu untuk mengimbangi banyaknya pengusaha yang terjun ke politik."Golkar menyarankan PNS ikut berpolitik untuk mengimbangi para pengusaha yang juga masuk dalam politik. Jadi tujuanya untuk mengimbangi ini semua. Dunia intelektual sebaiknya bisa berpolitik tapi cuti," kata Kalla.Kalla, kepada wartawan di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/12/2005), menjelaskan saat ini terlalu banyak pengusaha masuk dalam politik akibat dunia usaha tidak kondusif. "Jangan sampai pengusaha muda pikirannya mau jadi gubernur, bupati. Coba lihat ini semua dunia usaha," katanya.Ditambahkan Kalla, usulannya agar PNS cukup cuti di luar cuti tanggungan negara jika menjadi pengurus parpol adalah demi alasan kemanusiaan. Sebab PNS tersebut jika tidak berhasil mencapai jabatannya, seperti menjadi anggota DPR, gubernur atau bupati, maka bisa kembali menjadi PNS."Bagaimana kalau orang katakan ingin menjadi anggota DPR. Kan dia butuh persiapan satu tahun minimal. Kalau tidak terpilih, kasihan dia kalau sudah keluar dari PNS," kata Kalla.Kalla lalu mencontohkan apa yang dilakukan Amien Rais. Setelah tidak lagi memimpin Partai Amanat Nasional (PAN), Amien kembali mengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ini, menurut Kalla, sebenarnya adalah praktek yang tidak sesuai dengan UU."Dulu dia profesor, pegawai negeri, kemudian menjadi ketua partai. Kemudian dia kembali lagi ke guru besar. Kan bagus. Setelah menjadi ketua partai, berguna sebagai guru besar. Tapi justru contoh Pak Amien itu yang kita ikuti," tukas Kalla. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini