Survei Pilpres 2024 Median: Prabowo Vs Anies Baswedan Bersaing Ketat

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 12:57 WIB
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan
Foto: Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (Dok detikcom).
Jakarta -

Lembaga Survei Median menggelar survei kuda hitam capres di 2024. Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto dan Anies Baswedan beda tipis.

Survei dilaksanakan pada pekan pertama dan kedua Februari 2020. Ada 1.200 responden dalam survei yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada 23 nama tokoh yang diuji elektabilitasnya dalam survei kali ini, dari tokoh politik, kepala daerah, hingga menteri dan kalangan militer. Median menggunakan dua skenario dalam survei, yaitu jika Prabowo maju dalam Pilpres 2024, dan jika Prabowo tidak maju dalam Pilpres 2024.

Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Puan Maharani menjadi 5 besar tokoh dengan popularitas tertinggi. Diikuti Mahfud Md, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Tito Karnavian, dan Gatot Nurmantyo.

Responden lalu diberi pertanyaan 'jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dari nama-nama berikut ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?'. Hasilnya, Prabowo meraih elektabilitas tertinggi.

"Kalau pemilu diadakan saat pengambilan data, maka yang menang Prabowo 18,8 persen. Ditempel Anies Baswedan 15,8 persen, tipis sekali, masih masuk dalam margin of error," kata Direktur Median Rico Marbun di Upnormal Coffe Roaster, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Sandiaga Uno (9,6 persen), AHY (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen) menyusul perolehan elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan. Rico mengatakan ada semacam pola yang terbentuk dalam hasil popularitas dan elektabilitas capres 2024 ini.

"Jadi ini semacam pertarungan antara mantan capres-cawapres melawan gubernur-wakil gubernur, melawan kepala daerah. Jadi dari 10 besar polanya seperti itu," ujarnya.

"Tapi menurut saya yang menarik, kalau kita total 3 elektabilitas tertinggi itu totalnya tidak lebih dari 50 persen, dan itu totalnya tidak jauh dari perolehan suara Prabowo-Sandi di 2019 lalu," lanjut Rico.

Dalam skenario kedua jika Prabowo tidak maju dalam Pilpres 2024, limpahan suara Prabowo akan beralih ke Sandiaga Uno berdasarkan hasil survei. Namun, Anies Baswedan justru memperoleh elektabilitas tertinggi jika Prabowo tak maju.

"Anies Baswedan nomor 1 (18 persen), selisih sedikit dengan Sandiaga (17,7 persen). Kalau Prabowo tidak maju, kesimpulan kami sementara adalah, sebagian suara yang memilih Prabowo itu tidak lari ke Anies Baswedan, tapi larinya ke Sandiaga Uno, karena naiknya hampir dua kali lipat," jelas Rico.

Di sisi lain, tokoh yang perlu diperhitungkan adalah AHY, meski elektabilitasnya relatif konstan. Selain itu, elektabilitas sejumlah kepala daerah juga perlu diperhitungkan.

"Perlu diperhitungkan juga AHY, walaupun angkanya relatif konstan, dan gubernur di bawahnya, seperti RK, Ganjar Pranowo, Risma, Khofifah, dan seterusnya," ujarnya.

Berikut ini 5 besar elektabilitas capres 2024 jika Prabowo maju:
Prabowo Subianto 18,8%
Anies Baswedan 15,8%
Sandiaga Uno 9,6%
AHY 8,3%
Ridwan Kamil 5,7%

Berikut ini 5 besar elektabilitas capres 2024 jika Prabowo tidak maju:
Anies Baswedan 18%
Sandiaga Uno 17,7%
AHY 9,7%
Ridwan Kamil 6,8%
Ganjar Pranowo 6,3%

(azr/gbr)