Boediono, Sang Pendongkrak Pasar

Profil Singkat

Boediono, Sang Pendongkrak Pasar

- detikNews
Jumat, 02 Des 2005 16:25 WIB
Jakarta - Jika Boediono mengiyakan lamaran SBY, maka ini adalah untuk ketiga kalinya pria kelahiran Blitar 25 Februari 1943 ini duduk sebagai menteri.Pada era Presiden BJ Habibie, Boediono ditunjuk sebagai Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Zaman Gus Dur, dia beristirahat.Ketika Megawati jadi penguasa baru, Boediono dipercaya menduduki pos strategis, Menteri Keuangan. Boediono ditunjuk menduduki jabatan elit itu karena dinilai bukan tokoh yang kontroversial dan ramah terhadap pasar. Dengan demikian, diharapkan ekonomi segera bisa dipulihkan.Boediono adalah seorang birokrat karier. Di Bappenas, jabatan terakhir yang dia pegang adalah Deputi Fiskal Moneter. Lalu dia hijrah ke Bank Indonesia dengan posisi terakhir direktur. Dengan berbagai jabatannya itu, Boediono sudah terbiasa berdialog dengan para praktisi ekonomi, termasuk Bank Dunia dan IMF.Ketika menjadi Kepala Bappenas, Boediono pernah menyatakan, ada 3 komponen penting yang harus dilibatkan, yaitu adanya good policy (kebijakan yang baik), goodwill (kemauan baik), dan good luck (keberuntungan). Hal itu diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia.Boediono juga dikenal dengan penampilan sederhananya. "Rumah saya hanya di Yogyakarta. Rumah di Jakarta ini rumah negara," ujarnya. Maka, bila penat mengurusi negara, di akhir pekan Boediono mudik ke kota pelajar itu. Di sana ia bisa berdiskusi dengan istri dan dua anaknya.Kalaupun kesibukannya di kantor menumpuk, ia cukup puas dengan memandang lukisan di dinding ruang kerjanya yang menggambarkan dua petani beristirahat setelah mencangkul. "Lukisan itu mengingatkan pada seseorang yang dekat sewaktu saya kecil di Blitar," ujarnya.Di kalangan orang kampus, Boediono sangat terkenal. Dia sangat produktif menulis buku. Buku-buku karyanya menjadi pegangan wajib para mahasiswa ekonomi di berbagai universitas terkenal.Ketika SBY sibuk sibuk menyusun kabinetnya setelah memenangi Pilpres 2004, Boediono juga masuk daftarnya. Tapi lamaran SBY kala itu ditolak pria berkamacata itu. Boediono beralasan, dia ingin istirahat dan kembali ke kampus.Namun rupanya, SBY terus naksir pada pemegang gelar S1 hingga S3 bidang ekonomi dari kampus asing itu. Setelah setahun berkuasa, dan desakan merenovasi tim ekonominya menguat, dia 'memberanikan diri' melamar Boediono lagi.Bagaimana hasilnya? SBY tidak bisa mendapatkan jawaban spontan. Masih butuh waktu 2-3 hari. Boleh dibilang, bola reshuffle sekarang ada di tangan Boediono, soalnya jawaban darinya adalah 'gong' yang ditunggu-tunggu.Nama Boediono benar-benar sakti. Beberapa menit setelah SBY menyebut namanya, pasar langsung menyambut girang. IHSG langsung meroket 19,269 poin. Rupiah juga menguat di level 10.020. Analis menyebutkan, pasar bergerak positif justru bukan karena kabar reshuffle itu, melainkan karena penyebutan sosok Boediono oleh SBY.Maklum, pasar selama ini sangat pro pada Boediono. Pasar menilai Boediono adalah ekonom dengan track record bagus dan tidak partisan.Dan, saat berita ini diturunkan pukul 16.25 WIB, rupiah bahkan menguat di level 9.988.Akankah Boediono menerima lamaran SBY? (nrl/)



Berita Terkait