ADVERTISEMENT

Round-Up

Maaf Sitti KPAI Usai 'Hamil di Kolam Renang' Picu Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 05:56 WIB
Kantor KPAI
Foto: Kantor KPAI (Cici Marlina Rahayu/detikcom)

Dari catatan detikcom, informasi 'wanita berenang di kolam renang bersama pria bisa hamil' pernah dicap hoax oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sekitar Maret 2018. Saat itu info berasal dari situs islamdetikini.com.

"Beredar posting-an di media sosial Facebook sebuah unggahan foto seorang wanita yang sedang hamil dalam posting-an tersebut juga terdapat sebuah tautan dari islamdetikini.com yang berjudul nyata gadis ini tiba tiba hamil setelah berenang di kolam renang," tulis Kominfo di laman resminya saat itu.

"Perempuan yang diduga hamil tersebut karena sperma ada di kolam renang, menurut link tautan tersebut temperatur kolam renang mencapai 30 derajat Celsius cocok untuk sperma bertahan hidup," lanjut Kominfo.

Kominfo menjelaskan kemudian mengutip penjelasam dokter spesialis obsetri dan ginekologi dari RS National Hospital, dr Hendera Hendri SpOG. Sang dokter menyebut tidak mungkin sperma bisa bertahan hidup di kolam renang sebab sperma butuh media untuk bertahan. Sedangkan di dalam kolam berenang terdapat kaporit dan bahan-bahan lainnya.

Sejak pernyataan Sitti menghebohkan publik, Sabtu (22/2), Ketua KPAI Susanto berupaya meminta klarifikasi Sitti atas pernyataannya. Susanto mengatakan akan bertanya ke Sitti perihal referensi jurnal yang dijadikan rujukan.

Susanto menekankan apa yang dibicarakan Sitti tak mewakili KPAI. Dia tak ingin masyarakat salah paham terhadap KPAI.

Maaf Sitti KPAI Usai 'Hamil di Kolam Renang' Picu KontroversiFoto: Dok. Istimewa

Berikut permintaan maaf Sitti Hikmawatty soal pernyataannya yang dirilis hari ini, Minggu (23/2):

Terkait statemen saya mengenai kehamilan di kolam renang, perlu saya sampaikan sebagai berikut:
1. Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat
2. Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut
3. Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya.

Demikian, atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terimakasih.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT