Rumah Mantan KSAD Ditemukan Benda Mirip Bom
Jumat, 02 Des 2005 15:58 WIB
Yogyakarta - Gedung pertemuan Bimo, yang juga rumah milik mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal (purn) Soebagyo HS yang berada di Jl I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta dikirimi benda mirip bom. Namun ketika periksa dan diamankan oleh tim Jihandak Brimob Polda DIY benda tersebut bukan bom meski ada rangkaian baterai dan lampu.Yang pertama kali menemukan benda mencurigakan itu adalah Suharso (55) seorang pengemudi becak yang biasa mangkal di depan Gedung Bimo pada pukul 09.30 WIB. Benda tersebut terbungkus kotak kayu berwarna biru itu ditemukan Suharso digantung di bawah pohon rindang yang ada di samping gedung yang juga rumah pemberian pengusaha Probosoetedjo kepada Soebagyo HS. Di dalam kotak itu juga ada dua lampu warna biru yang berkelap-kelip.Karena curiga, Suharso kemudian melaporkan temuan tersebut kepada satpam gedung Bimo. Oleh satpam kemudian dilaporkan kepada Polsek Gondokusuman. Tidak lama kemudian sekitar 30 menit, aparat Polsek Gondokusuman dipimpin AKP Beja WTP dan anggota tim Gegana Polda DIY tiba di lokasi. Petugas pun langsungmengamati, memeriksa dan mengamankan benda mencurigakan tersebut."Saat lewat, saya melihat ada benda berkelap-kelip tergantung dipohon diluar pagar Gedung Bimo, karena curiga kemudian saya laporkan ke satpam," kata Suharso.Pada saat petugas melakukan pengamanan sempat menarik perhatian warga sekitar maupun para orangtua yang tengah menjemput siswa-siswi yang bersekolah di TK/SD Syuhada. Sebab letak benda mencurigakan itu hanya sekitar 40 meter dari halaman Masjid Syuhada. Selain itu umat muslim yang akan salat Jumat juga mulaiberdatangan sehingga arus lalu lintas di kawasan itu sempat ditutup petugas. Ketika benda itu diperiksa dan diamankan, tim Gegana petugas juga membawa berbagai peralat lengkap seperti trailer bom. Sebelum dilakukan pengamanan, terlebih dulu petugas meminta warga untuk menjauh dari lokasi. Selanjutnya seorang petugas yang berpakaian antibom, kemudian mendekati lokasi benda mencurigakan tersebut.Hanya dengan alat stik dari alumunium, benda itu kemudian diturunkan dari atas pohon. Selanjutnya, benda dibungkus dengan kantong anti-bom. Benda itu kemudian diperiksa di markas Brimob Polda DIY di Jl Melati Kulon Baciro.Di markas Brimob, setelah diperiksa, kotak tersebut berisi saklar, empat buah batu bateri masing-masing dengan daya 1,5 volt, kabel dan resistor. "Benda tersebut memang bukan bom. Tapi kemungkinan besar hanya untuk melakukan teror. Namun apapun benda itu, yang jelas kami berterima kasih kepada masyarakat karena mau segera melaporkan sesuatu yang mencurigakan," kata Beja di Markas Brimob Polda DIY
(jon/)











































