DBD Mengganas di Semarang, Balita Jadi Korban
Jumat, 02 Des 2005 15:50 WIB
Semarang - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengganas di Semarang. Selama sepekan, 5 orang meninggal dunia. Hari ini, Jum'at (2/12/2005) seorang balita jadi korban berikutnya.Balita yang menjadi korban itu adalah Dita Aulia Budi Rahamajanti. Pada tanggal 10 Desember mendatang, Dita akan merayakan ulang tahun yang kelima. Dita meninggal sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (1/12/2005) kemarin setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Roemani dan RS Kariadi.Ayah Dita, Setyo Budi menyayangkan tindakan medis RS Kariadi. Saat anaknyadipastikan gejala DBD, RS Kariadi tidak menerjunkan dokter yang kapabel, tapi hanya mahasiswa praktek. "Yang menangani Koas-koas (mahasiswa asisten dokter)," katanya sebelum pemakaman, Jum'at (2/12/2005).Ia menjelaskan, anak keduanya itu sudah sakit sejak Sabtu (26/11/2005) lalu. Suhu badannya tinggi. Dia sempat memberi obat penurun panas. Tapi setelah panasnya tidak turun, keluarga membawanya ke RS Roemani."Di Roemani, kami hanya diberi resep. Setelah minum obat itu, suhu badannyalumayan turun. Tapi beberapa waktu kemudian, suhu badannya naik lagi," terang Setyo ketika ditemui dirumahnya Jalan Genuk Krajan II No. 48 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candi, Semarang.Sebelumnya, kakak Dita juga sakit serupa. Suhu badannya tinggi. Tapi setelahdibawa dokter ia sembuh. Sayang, nasib seperti itu tak berpihak pada adiknya. Dita menghembuskan nafas terakhir setelah ditangani tim medis.Mengganasnya DBD membuat warga khawatir. Setyo mengaku sudah meminta ke Puskesmas untuk melakukan pengasapan (fogging), tapi hingga kini, hal tersebut belum dilakukan. Pihak Puskesmas beralasan, fogging hanya dilakukan atas perintah DKK (Dinas Kesehatan Kota).Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom, pasien DBD di beberapaRS di Semarang terus mengalir. Menjelang pergantian tahun ini, setidaknyasekitar 1.500-an terjangkiti penyakit yang didalangi nyamuk dan 21 di antaranya meninggal dunia.
(iy/)











































