Survei PPI: Elektabilitas Anies Baswedan Terjun Bebas karena Banjir

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 23 Feb 2020 14:52 WIB
Politika Research Consulting (PRC) melakukan survei nasional atas kinerja 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Rilis survei PRC dan PPI. Foto: Matius Alfons/detikcom
Jakarta -

Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) merilis survei elektabilitas 30 tokoh yang berpotensi berlaga di Pilpres 2024. Hasilnya, Prabowo yang paling dipilih publik, diikuti Sandiaga Uno. Beda dengan hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Anies Baswedan sebagai calon lawan terkuat Prabowo.

Survei ini dilaksanakan oleh PRC dan PPI sejak awal Februari 2020 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan mewawancarai 2.197 responden yang tersebar di 220 desa atau kelurahan seluruh Indonesia dan margin of error sebesar 2,13 persen.

Hasilnya, dari 30 tokoh terpilih, elektabilitas Prabowo sebagai capres 2024 sebesar 17,3 persen lalu diikuti Sandiaga Uno sebesar 9,1 persen. Sementara itu pada posisi ketiga ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas sebesar 8,8 persen dan diikuti posisi keempat Anies Baswedan 7,8 persen.

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno mengatakan elektabilitas capres 2024 Anies Baswedan cenderung terjun bebas sejak awal tahun 2020. Dia menyebut ini dikarenakan permasalahan banjir di DKI Jakarta.

"Dalam bacaan kita kenapa Anies di bawah Sandiaga dan Ganjar mungkin karena badai besar di Jakarta, terpaan banjir dari awal Januari sampai sekarang itu efektif membuat elektabilitas Anies terjun bebas," kata Adi saat memberi pemaparan survei, di hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020).

Adi mengatakan bukan persoalan atau bullying terkait formula E atau lem aibon yang menggerus elektabilitas Anies. Banjir, menurutnya, yang sukaes menurunkan elektabilitas Anies tanpa perlu dibully.

"Hanya banjir yang kalahkan Anies, bukan formula e, lem aibon atau buser, itu menunjukan semakin Anies dibully dikritik, Anies semakin mendapatkan simpati. Tapi ketika banjir 1 Januari smpai sekarang tanpa dibully Anies turun sendirinya secara tertib perlahan turun," ucapnya.

Selanjutnya, mengikuti di bawah Anies yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 5,4 persen dan selanjutnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga masuk pada posisi keenam sebesar 5,2 persen. Selanjutnya diikuti Ridwan Kamil (4,7 persen), Abdul Somad (4,5 persen), Tri Rismaharini (2,6 persen), Mahfud MD (2,4), Gatot Nurmantyo (2,0 persen) dan elektabilitas tokoh lainnya berada di bawah 2 persen.

Survei ini berubah ketika dijadikan 15 tokoh terpilih tanpa memasukan nama Prabowo. Hasilnya menunjukan elektabilitas Sandiaga berada pada posisi tertinggi sebesar 17,9 persen, diikuti Anies sebesar 11,9 persen, dan Ganjar Pranowo di posisi ketiga sebesar 11,2 persen. Elektabilitas tokoh lainnya berada di bawah prosentase di bawah 10 persen.

Sementara di survei Indo Barometer, yang juga dirilis hari ini, menempatkan Anies sebagai calon terkuat nomor dua di bawah Prabowo.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, mengatakan, survei itu dilakukan pada 9-15 Januari 2020 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi. Metode penarikan sampel yang dilakukan yakni multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen.

"Ini pilihan calon presiden tanpa Jokowi. Simulasi 22 calon presiden, Prabowo Subianto itu 22,5 persen, Anies Baswedan 14,3 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen, Ganjar Pranowo 7,7 persen, Tri Rismaharini 6,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen," ujar Qodari di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (23/02/2020).

Simak Video "Ketua RT: Banjir di Jalan Anyer Menteng Seperti Tsunami"

[Gambas:Video 20detik]



(maa/tor)