Boediono untuk Menko Perekonomian, Minimal Menkeu
Jumat, 02 Des 2005 15:10 WIB
Jakarta -
Boediono adalah satu-satunya nama yang disebut oleh Presiden SBY ketika menyitir soal reshuffle kabinetnya. Di mana Boediono akan ditempatkan SBY?Besar kemungkinan dia akan ditempatkan di kursi Menko Perekonomian, menggeser Aburizal Bakrie. Tanda-tanda kursi Menko Perekonomian disampaikan SBY saat jumpa pers menyoal perombakan kabinet di Medan, Jumat (2/12/2005)."Dibutuhkan orang yang mengerti ekonomi makro," kata SBY. Kapabilitas Boediono yang sangat disukai pasar tentulah cocok dengan kemampuan yang disyaratkan oleh SBY.Namun, jika bukan Menko Perekonomian, Boediono diplot untuk menjadi Menkeu, menggantikan Jusuf Anwar, posisi yang juga sangat strategis di bawah komandan Menko Perekonomian.Tapi jika Boediono jadi Menkeu, siapa lagi Menko Perekonomian yang cocok? Soalnya Menko Perekonomian, bos para menteri ekonomi, haruslah orang yang 'berkarakter' kuat, bahkan harus lebih kuat dibandingkan menteri-menteri yang ada di bawahnya.Tampaknya, agak sulit menemukan orang dengan banyak kelebihan seperti Boediono, yang layak menjadi Menko Perekonomian. Jadi besar kemungkinan dia akan ditempatkan di kursi itu. Menjadi Menkeu, 'bawahan' Menko Perekonomian Aburizal Bakrie (jika tidak digeser), tentu juga agak 'lucu'. Soalnya, tak dapat disangkal Ical kalah pengalaman dibandingkan Boediono yang kaya asam garam mengurusi perekonomian negara sejak zaman Orba.Pada saat Soeharto berkuasa, Boediono duduk sebagai Direktur Bank Indonesia. Pada zaman BJ Habibie, dia menjabat Kepala Bappenas. Era Megawati, dia ditunjuk sebagai Menkeu. Setelah itu dia memilih kembali ke kampus. Meski sedikit konservatif dan hati-hati, Boediono sangat disukai pasar. Tindak-tanduknya tak pernah menggoncang pasar ke arah negatif.Dengan sediabrek pengalaman dan kelebihan yang dimiliki Boediono, jadi wajar bila SBY 'mati-matian' melamarnya kembali sebagai menteri.
(nrl/)










































