Eks KSAD Jenderal Soebagyo HS Dikirimi 'Bom'
Jumat, 02 Des 2005 14:54 WIB
Yogyakarta - Gedung Pertemuan Bimo, rumah milik mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal (Purn) Soebagyo HS yang berada di Jl I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta dikirimi benda mencurigakan mirip bom.Yang pertama kali menemukan benda mencurigakan itu adalah Suharso (55), seorang pengemudi becak yang biasa mangkal di depan Gedung Bimo pada pukul 09.30 WIB. "Saat lewat, saya melihat ada benda berkelap-kelip tergantung di pohon di luar pagar Gedung Bimo. Karena curiga, saya laporkan ke satpam," kata Suharso. Benda tersebut terbungkus kotak kayu berwarna biru dan digantung di bawah pohon rindang yang ada di samping rumah pemberian pengusaha Probosutedjo tersebut. Di dalam kotak itu juga ada dua lampu warna biru yang berkelap-kelip.Karena curiga, Suharso kemudian melaporkan temuan tersebut kepada satpam gedung Bimo. Satpam kemudian laporn ke Polsek Gondokusuman. 30 Menit kemudian, aparat Polsek Gondokusuman dipimpin AKP Beja WTP dan anggota tim Gegana Polda DIY tiba di lokasi. Petugas mengamankan dan memeriksa benda mencurigakan itu.Kehadiran pasukan Gegana itu jelas menarik perhatian masyarakat setempat. Orangtua yang tengah menjemput anak-anaknya yang sekolah di TK/SD Syuhada turut menonton. Maklum, rumah Jenderal Soebagyo itu hanya 40 meter dari sekolah itu.Umat Muslim yang hendak menjalankan salat Jumat di Masjid Syuhada, satu komplek dengan TK/SD Syuhada, juga ambyur menonton. Aparat terpaksa menutup sementara kawasan itu.Ketika benda itu diperiksa dan diamankan, tim Gegana petugas juga membawa berbagai peralat lengkap seperti trailer bom. Sebelum dilakukan pengamanan, terlebih dulu petugas meminta warga untuk menjauh dari lokasi. Selanjutnya seorang petugas yang berpakaian antibom, kemudian mendekati lokasi benda mencurigakan tersebut.Hanya dengan alat stik dari alumunium, benda itu kemudian diturunkan dari atas pohon. Selanjutnya, benda dibungkus dengan kantong anti-bom. Benda itu kemudian diperiksa di markas Brimob Polda DIY di Jl Melati Kulon Baciro.Di markas Brimob, setelah diperiksa, kotak tersebut berisi saklar, empat buah batu bateri masing-masing dengan daya 1,5 volt, kabel dan resistor. "Benda tersebut memang bukan bom. Tapi kemungkinan besar hanya untuk melakukan teror. Namun apa pun benda itu, yang jelas kami berterima kasih kepada masyarakatkarena mau segera melaporkan sesuatu yang mencurigakan," kata Beja di Markas Brimob Polda DIY.
(nrl/)











































