'Horor', Penampakan di Gang Begal Payudara Mahasiswi UIN Makassar Malam Hari

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 09:16 WIB
Gang sempit di samping kampus UIN Alauddin Makassar menjadi saksi bisu saat 10 mahasiswi menjadi korban begal payudara pada malam hari. Gang itu sepi dan gelap gulita lantaran minim lampu penerangan.
Foto: Hermawan Mappiwali/detikcom

Tembok gang ini merupakan pemisah antara lingkungan kampus dengan area indekos para mahasiswa. Tak heran jika lorong gang menjadi akses utama bagi korban menuju rumah kos miliknya atau bagi korban yang mau mengujungi rumah kos rekannya.

"Saya pernah ngekos di belakang kampus. Sebenarnya dulu mahasiswa bisa pulang ke kos lewat halaman kampus, nanti di kampus ada tempat menyeberang ke area indekos," ujar salah seorang mahasiswi, Jumra (20). saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Tapi sekitar 3 bulan terakhir ini, kampus memberlakukan jam malam, kalau sudah magrib, biasanya pagar kampus ditutup. Jadi para mahasiswa yang ngekos di belakang harus lewat di gang sempit itu kalau sudah malam," sambung Jumra.

Menurut Jumra, harus ada pihak yang memastikan gang sempit tersebut ramah bagi para penghuni indekos di belakang kampus.

"Menurut saya gang itu kurang perhatian. Padahal bagus kalau ada perhatian dari polisi atau pihak kampus. Bisa juga pemerintah atau para pemilik indekos, semuanya bisa sama-sama memastikan kondisi aman, karena salah satu pertimbangan saya ndag ngekos di belakang kampus lagi karena gang di situ, gelap, rawan terjadi apa-apa menurutku," katanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar menjadi sasaran pelaku pelecehan seksual begal payudara. Mahasiswi yang melintas di gang tersebut menjadi korban tak perduli sedang berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.

Peristiwa tersebut tentu membuat para mahasiswi trauma. Diduga pelaku mengincar pelaku saat suasana sepi. "Berpapasan dulu (dengan pelaku), sesuai pendengaranku saya merasa dipanggil. Kayak namaku kudengar dia panggil. Saya sempat tidak hiraukan tapi karena berulang kali kukira mi kenalanku," ujar salah seorang korban IR (21) saat ditemui wartawan di kampus II UIN Alauddin, Makassar, Jumat (21/2).

Halaman

(aan/aan)