Polisi Ungkap Motif Perampok yang Sekap-Pukul Ponakan Bupati Soppeng

Reinhard Soplantila - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 23:40 WIB
borgol tahanan
Ilustrasi borgol (Robby Bernardi/detikcom)
Makassar -

Indrayadi (23) merampok rumah keluarga Bupati Soppeng dan menyekap seorang keponakan sang bupati bernama Metri Dwi Jayanti di dalam rumah. Motif perampokan ini diakui pelaku lantaran menyimpan sakit hati terhadap korban.

"Motif sementara ini bahwa pelaku ini sakit hati ke korban bahwa pacar pelaku pernah dituduh mencuri motor roda dua. Kemudian dari itu, pelaku melakukan pencurian di rumah korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin pada Jumat (21/2/2020).

Pelaku dibekuk oleh tim Opsnal Polsek Manggala di dalam kamar kosnya, kawasan Jalan Waduk Antang, Makassar, Sulsel. Dari hasil interogasi yang dilakukan polisi, dendam terhadap korban pun membuat pelaku mengatur rencana untuk melakukan aksi perampokan.

"Interogasi maupun hasil penyelidikan kami, kedua pelaku sudah merencanakan dari awal untuk memasuki rumah tersebut," ucap Syamsuddin.

Selain menangkap salah satu pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kartu identitas korban dan beberapa pakaian yang digunakan saat beraksi.

"Untuk sementara yang kami amankan itu berupa identitas korban, sandal pelaku yang tertinggal saat melakukan aksinya, dan jaket salah satu pelaku inisial D," jelas Syamsuddin.

Sebelumnya, peristiwa perampokan dan penyekapan ini terjadi di rumah keluarga bupati tersebut pada Selasa (18/1) pukul 1 dini hari. Dalam melakukan aksinya, pelaku diketahui berjumlah dua orang.

"Laporannya kejadian Selasa dini hari tanggal 18 sekitar pukul 1. Pelaku dua orang, salah satunya sudah kami amankan dan satunya dalam pencarian. Kedua pelaku masuki rumah di daerah Toddopuli di mana korbannya atas nama Metri Dwi Jayanti disekap dengan cara dilakban tangannya, disekap mulutnya. Korban dijatuhkan, dipukul, dan dicakar wajahnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin, Jumat (21/2/2020).

(idn/idn)