Tidur Beralas Tikar, Probo Tak Bisa Bebas Terima Tamu
Jumat, 02 Des 2005 11:47 WIB
Jakarta - Kehidupan Probosutedjo berubah drastis setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Sebagai pengusaha dan adik tiri mantan Presiden Soeharto, Probo tentu terbiasa dengan fasilitas mewah. Namun di LP, ia harus terbiasa dengan fasilitas serba terbatas. Tak ada kasur untuk tidur, yang ada hanya tikar. "Fasilitas untuk Pak Probo hanya tikar saja. Tak ada fasilitas istimewa. Semua sama saja dengan yang lain," kata Kepala Pengamanan LP Cipinang Bambang S saat ditemui di LP Cipinang, Jalan Bekasi Timur, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2005).Selain fasilitas yang ala kadarnya, Probo juga tidak bisa lagi bebas menerima tamu sesukanya. Tamu yang datang membesuk harus sesuai dengan hari dan jam besuk. "Jadwal besuk itu selain hari Jumat dan Minggu karena kalau hari Jumat untuk ibadah dan kalau Minggu petugas libur," jelas Bambang. Akibat jadwal besuk yang ketat itu, ada staf ahli Probo yang ditolak LP saat akan menemui terpidana 4 tahun kasus korupsi proyek hutan tanaman industri (HTI). Staf ahli Probo itu bahkan sampai menunggu hingga 3 jam sebelum akhirnya meninggalkan LP. Wayan Danada, staf ahli Probo, tiba di LP Cipinang pukul 07.00 WIB dan meninggalkan Cipinang pukul 10.00 WIB. "Saya tidak diperkenankan untuk bertemu Pak Probo. Nanti saya datang lagi pas hari besuk," kata Wayan.Wayan membantah kedatangannya untuk membicarakan pencairan aset terkait ganti rugi Rp 100,9 miliar yang harus ditanggung Probo. "Saya datang ke sini untuk bertemu beliau saja. Kalau masalah aset tanyakan saja ke pengacara," kata Wayan.Ditanyakan apakah map warna biru yang ditentengnya masuk ke LP merupakan surat kuasa untuk pencairan aset Probo, Wayan membantahnya. "Ini surat untuk saya sampaikan ke walikota, " elak Wayan yang langsung masuk ke mobilnya.
(iy/)











































