55.000 Warga Belum Punya e-KTP Jelang Pilkada, Disdukcapil Turun ke SMA

Ibnu Munsir - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 13:57 WIB
Dukcapil Makassar melakukan perekaman e-KTP di sekolah menjelang Pilkada Makassar 2020 (Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Dukcapil Makassar melakukan perekaman e-KTP di sekolah menjelang Pilkada Makassar 2020 (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 14 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan perekaman Kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Perekaman e-KTP dilakukan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di Makassar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar, Ariati Puspa Abadi mengatakan perekaman e-KTP sudah dilakukan Disdukcapil Makassar setiap saat. Perekaman dilakukan di sekolah karena siswa di atas 17 tahun sudah menjadi pemilih pemula di pilkada 2020.

"Bagian sebenarnya bentuk dukungan dari Dukcapil terhadap persiapan pelaksanaan Pilkada di Kota Makassar dan akan dilakukan tahun 2020 dengan melakukan update database kemudian siswa kita sudah melakukan perekaman KTP elektronik, maka ini menjadi penyaluran dari hak suara nanti bagi siswa kita yang menjadi pemilih pemula," kata Puspa, Jumat (21/2/2020).


Puspa menjelaskan jemput bola dengan mendatangi warga untuk melakukan perekaman e-KTP terus dilakukan. Sebab saat ini ada sekitar 55.000 warga di Kota Makassar belum melakukan perekaman e-KTP.

"Total yang belum melakukan hampir 55.000 seluruh jenjang seluruh Kota Makassar dari segala umur makanya dijemput bola di seluruh sekolah, kapanpun selama sekolah membutuhkan kami hadir maka kami akan hadir turun ke lapangan," jelasnya.

Foto: Dukcapil Makassar melakukan perekaman e-KTP di sekolah menjelang Pilkada Makassar 2020 (Ibnu Munsir/detikcom)



Perekaman e-KTP di sekolah sendiri baru yang pertama kali dilakukan Pemkot Makassar. Perekaman dilakukan setelah Dukcapil Makassar melakukan koordinasi ke Pemprov Sulsel dan wajib dilakukan perekaman bagi warga di atas 17 tahun.

"Ini adalah perdana kami masuk melakukan perekaman di sekolah menengah ini adalah pekerjaan rutin kita Dukcapil untuk melakukan perekaman semua warga kita yang berumur 17 tahun ke atas. Nah dari hasil database kami ada kurang lebih 55.000 warga kita yang belum melakukan perekaman KTP elektronik," kata dia.

"Asumsi kami sebagian itu ada di sekolah-sekolah menengah, maka kami Dukcapil Makassar koordinasi dengan Dukcapil provinsi untuk bisa dilakukan fasilitasi melalui Dinas Pendidikan Provinsi dan akhirnya keluar edaran dari Bapak Sekda Provinsi untuk bisa difasilitasi seluruh sekolah-sekolah menengah yang ada di kota Makassar bisa masuk perekaman KTP elektronik," tambahnya.

Sementara itu salah seorang siswa SMAN 14 Makassar, Reivi Larasati, mengatakan jika perekaman ini baru pertama kali dilakukan dan akan mengunakan e-KTP miliknya untuk keperluan administrasi dan pemilu.



"Proses pembuatan KTP sebelumnya belum ada KTP, buat nanti pemilihan Ini baru pertama kali," terang Reivi.

Simak Video "Cerita Mega: Hampir Berkata Kotor Karena 'Anaknya' Diciduk KPK Jelang Pilkada"

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)