Mahfud: Pencurian Ikan di Natuna oleh Kapal China Ancam Kekuatan Teritori

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 12:42 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md.
Menko Polhukam Mahfud Md (Kadek/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menjadi tuan rumah sejumlah lembaga dan instansi terkait dengan sumber daya ikan laut Natuna Utara untuk meneken kesepakatan bersama untuk menjaga teritori Indonesia. Total ada 13 unsur terkait dalam penandatanganan kesepakatan bersama itu.

"Hari ini kami 13 pejabat utama yang bertanggung jawab langsung di dalam pengendalian pengelolaan kelautan Indonesia untuk menjaga keutuhan teritori dan membangun kehidupan ekonomi di laut Natuna, telah melakukan penandatanganan naskah kerja sama, kesepakatan untuk bersinergi di dalam melaksanakan tugas-tugas, sehingga tidak terjadi tumpang-tindih atau tidak terjadi kekosongan penanganan," kata Mahfud di Markas Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Kesepakatan itu disebut Mahfud termasuk pula sebagai bagian dari upaya menangkal kapal-kapal asing masuk ke wilayah Indonesia. Dia mengakui selama ini kehadiran negara kurang sehingga perlu dibuat volume peningkatan kehadiran, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Kalau Anda tanyakan apakah ini bagian dari aksi masuknya nelayan dan kapal asing, itu memang iya. Selama ini kita kurang hadir di sana, sehingga kita meningkatkan volume kehadiran di perairan kita, baik di perairan teritori, maupun di perairan hak berdaulat, ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) sampai ke laut lepas. Itu kita jaga dengan kegiatan-kegiatan patroli dan kegiatan ekonomi nantinya karena sesudah ini nanti akan ada kegiatan kegiatan nelayan yang lebih normal dilakukan di sana," terang Mahfud.

Halaman

(aud/aud)