Howard: Jangan Sentuh Narkoba!

Nguyen Dihukum Mati

Howard: Jangan Sentuh Narkoba!

- detikNews
Jumat, 02 Des 2005 10:05 WIB
Jakarta - Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Australia untuk menyelamatkan jiwa Nguyen Tuong Van dari hukuman gantung di Singapura. Namun akhirnya warga Australia berusia 25 tahun itu harus menebus penyelundupan narkoba yang dilakukannya dengan nyawanya.Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menyatakan bahwa eksekusi Nguyen harus menjadi peringatan bagi kaum muda Australia. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (2/12/2005)."Saya harap pesan paling kuat yang muncul dari ini adalah pesan bagi kaum muda Australia, jangan berurusan dengan narkoba, jangan memakainya, jangan menyentuhnya, jangan membawanya, jangan mengedarkannya," tegas Howard pada radio Australia."Jangan pernah membayangkan bahwa Anda bisa membawa narkoba di mana pun di Asia tanpa mengalami konsekuensi yang paling parah," imbuh pemimpin negeri Kangguru itu. Howard mengaku bersimpati kepada ibu Nguyen dan merasa kecewa dengan respons pemerintah Singapura atas permintaan Australia agar ibu Nguyen dibolehkan memeluk putranya sebelum digantung. Pemerintah Singapura hanya mengizinkan ibu Nguyen memegang tangan anaknya itu.Sekitar 70 orang, termasuk para politikus Australia, berkumpul di luar gedung Komisi Tinggi Singapura di Canberra untuk memprotes hukuman mati itu. Mereka membawa banner bertuliskan "Oh Singapura, tega sekali!" Sementara di kota Sydney dan Melbourne, para pengunjuk rasa melakukan aksi damai sambil membawa bunga-bunga.Nguyen digantung di Penjara Changi, Singapura pada Jumat (2/12/2005) pukul 06.00 waktu setempat. Diiringi hujan tangis dan bunyi lonceng gereja sebanyak 25 kali yang melambangkan usia Nguyen, pemuda itu menemui ajalnya. Nguyen divonis mati karena berupaya menyelundupkan 400 gram heroin via Singapura ke Australia. Pemuda keturunan Vietnam itu ditangkap di Bandara Changi pada tahun 2002 lalu. (ita/)


Berita Terkait