Pertamina Gelar Simulasi Antisipasi Teror di Kapal dan Pelabuhan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 10:53 WIB
Pertamina
Foto: pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III melaksanakan simulasi Exercise International Ships & Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Tanjung Priok. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi ancaman dan gangguan di fasilitas kapal dan pelabuhan di lingkungan operasi.

Region Manager Marine III, Erfien Purwanto, menyampaikan tujuan simulasi ISPS Code adalah untuk mengukur kesiapan dan kesigapan dalam mengantisipasi ancaman dan gangguan keamanan. Kemampuan petugas dalam penanganan ancaman serta koordinasi antarberbagai instansi terkait, akan diukur dalam latihan ini, agar dapat meminimalisir gangguan operasional Pertamina dalam menjamin ketersedian energi.

"Sesuai ketentuan International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code, setiap fasilitas pelabuhan yang telah mendapatkan Statement of Compliance of a Port Facility dari pemerintah, wajib melaksanakan kegiatan Exercise ISPS Code minimal 1 kali dalam setahun, atau tidak lebih dari 18 bulan," jelas Erfien dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2020).

Unit Manager Communication & CSR - MOR III, Dewi Sri Utami menyampaikan, pelaksanaan latihan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS) Code kali ini dilaksanakan dengan latihan penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di perairan. Diawali dengan skenario upaya pencurian minyak dari oknum yang menyamar sebagai nelayan.

Upaya pencurian berhasil digagalkan, tapi salah satu oknum berhasil melarikan diri dan membuang barang bukti ke perairan serta membakarnya. Saat itu, diperlukan langkah penanggulangan tumpahan minyak serta pemadaman kebakaran.

Dalam latihan ini, Pertamina didukung oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), TNI AL, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Dit Pol Air. Diharapkan sinergi tersebut dapat meminimalisir dampak dari ancaman yang terjadi. Hal ini tentunya karena pelabuhan migas merupakan objek vital nasional.

"Pelatihan ini sekaligus menjadi ukuran bagaimana kemampuan Pertamina dalam memitigasi risiko ancaman, karena lokasi latihan merupakan salah satu titik konsentrasi bongkar muat migas dengan jadwal yang padat untuk mendukung ketersediaan energi nasional," terangnya.

ISPS merupakan Code atau suatu konvensi yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) yang diberlakukan untuk kapal-kapal yang melakukan pelayaran internasional dan juga bagi pelabuhan-pelabuhan terbuka yang dikunjungi kapal-kapal.

Simak Video "Jurus Ahok Tangkal KKN di Pertamina: Semua Harus Ditransparankan!"

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)