Belanja Alutsista, Prabowo Fokus Pengadaan Pesawat Tempur-Produksi Peluru

Wilda Nufus - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 18:15 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan fokus terhadap pengadaan pesawat tempur pada tahun 2020. Prabowo juga akan menaruh konsentrasi penuh di industri peluru yang sebelumnya hanya bisa dipenuhi 450 juta peluru dari target 1 miliar per tahun.

"Beliau fokus pada pesawat tempur. Kemudian soal kapal perang yang juga radar karena yang paling urgent di kita hari ini dan menurut Pak Prabowo itu penting adalah radar. Termasuk fokusnya adalah industri peluru. Saya kasih contoh ya, kita produksi Pindad itu hanya mampu memproduksi sekitar 450 juta peluru, padahal kebutuhan peluru kita 1 miliar per tahun," kata Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada wartawan di Balai Media, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).



Dahnil menyebut Prabowo akan mendorong pihak swasta untuk masuk dalam lingkar industri peluru. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk merevitalitasi industri dalam negeri.

"Nah kan seperti pesan presiden, supaya merevitalisasi industri dalam negeri, Pak Menhan mendorong industri dalam negeri swasta untuk masuk pada industri peluru. Itu udah beberapa industri sudah siap memang masuk ke situ, untuk apa? Untuk memenuhi kebutuhan itu," imbuh Dahnil.



Dahnil memastikan tidak ada target dalam pencapaian minimum essential force (mef). Namun Prabowo, kata Dahnil, akan memperhatikan kelayakan alutsista.

"jadi Pak Prabowo udah pernah bicara pada mef (minimum essential force) lalu. Mencapai target atau tidak yang penting yang beliau lakukan hari ini memastikan ada kelayakan alutsista untuk pertahanan kita," katanya.

(idn/idn)