Nelayan Demak Dapat Pelatihan Olah Produk hingga Kewirausahaan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 16:29 WIB
KKP
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Sebanyak 110 orang nelayan yang terdiri atas 60 pria nelayan dan 50 wanita nelayan (wanel) di Demak mengikuti pelatihan untuk meningkatkan produktivitas. Sebanyak 60 nelayan dilatih untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, pengelolaan keuangan, bagaimana cara merawat dan memperbaiki perbaikan mesin kapal perikanan, informasi terkait dengan sertifikasi keterampilan penanganan ikan (SKPI), serta penguatan kelembagaan bagaimana membentuk koperasi.

Sedangkan untuk wanita nelayan dilatih cara mengembangkan diri menjadi nelayan yang lebih produktif dengan memberikan keterampilan pengolahan produk perikanan sampai dengan cara pengemasan yang baik agar bisa dijual.

"Selain peningkatan keterampilan dan wawasan melalui bimbingan teknis, nelayan dan keluarganya juga mendapatkan bantuan alat pendukung usaha, seperti alat penangkap ikan (API), set kunci perbaikan mesin kapal perikanan, cool box, freezer, sealer, dan alat penunjang pengolahan produk perikanan," tutur Direktur Perizinan dan Kenelayanan DJPT Ridwan Mulyana dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2/2020).

Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam meningkatkan produktivitas nelayan di Desa Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Menurut Ridwan, kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan KKP dan bentuk perhatian khusus bagi masyarakat nelayan sebagai pelaku utama pembangunan perikanan tangkap.

"Selanjutnya akan ada lokasi/desa nelayan lain yang akan dibantu dan difasilitasi pengembangannya, baik fasilitasi fisik (sarana dan prasarana desa) maupun pemberdayaan usaha nelayan dan keluarganya," ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan adanya peran serta aktif dari Dinas KP Kabupaten Demak dan khususnya Para Penyuluh Perikanan di Kabupaten Demak serta aparat desa Morodemak serta instansi terkait untuk terus mendampingi dalam meningkatkan usaha nelayan dari segi jumlah dan pendapatan yang dihasilkan.

"BRI nantinya akan melibatkan usaha nelayan dan keluarga nelayan ini dalam Rumah Kreasi BUMN (RKB). RKB akan secara berkala mengadakan pelatihan-pelatihan teknis pengembangan ekonomi produktif untuk membantu usaha nelayan dan keluarga nelayan semakin maju, mandiri, meningkat, dan berdaya saing," pungkasnya.

(prf/ega)