DPR Cecar Kepala Bapeten soal Asal-usul Limbah Radioaktif di Batan Indah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 14:28 WIB
Komisi VII DPR rapat dengan Batan dan Bapeten (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Komisi VII DPR menggelar rapat dengan Batan dan Bapeten. (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Komisi VII DPR RI mencecar Kepala Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto soal asal-usul sisa limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Jazi mengatakan tak tahu soal asal-usul sisa limbah radioaktif.

Hal itu disampaikan saat rapat dengar pendapat di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Awalnya Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mempertanyakan asal-usul sisa limbah radioaktif itu.

"Apakah faktornya jelas, dijelaskan, bukan faktor kebocoran? Faktor apa? Dibawa orang dan seterusnya? Kemungkinan-kemungkinan itu di mana?" tanya Sugeng.

"Kedua, jenisnya? Berupa barang itu apa? Apa memang, katakanlah, tidak akurat? Jadi kemungkinan-kemungkinan dari latar apa atau dari sisi apa, atau dari divisi apa? Ini perlu juga," tambahnya.



Menjawab pertanyaan Sugeng, Jazi mengatakan Bapeten memiliki data izin pengguna radioaktif. Dari data tersebut, Bapeten bisa melakukan pengukuran.

"Kita nggak tahu cara menerangkan ini, karena bisa saja dari orang yang membuang di situ. Kita punya data, kalau datanya Bapeten itu impornya, siapa saja yang impor, kemudian yang punya izin siapa, kemudian yang mengelimbahkan ke TL siapa, kemudian kita akan lakukan akuntansi," kata Jazi.

Bila pengukuran sisa limbah radioaktif di Batan menunjukkan keseimbangan, Bapeten menilai radioaktif itu hasil penyeludupan. Bila tidak seimbang, diduga radioaktif tersebut dibuang oleh pemegang izin.

"Kalau akuntansinya tidak balance. Berarti ada salah satu pemegang izin itu yang membuang. Tapi kalau akuntansinya balance, berarti itu hasil penyelundupan. Kalau akuntansinya tidak balance, alhamdulillah, mudah mencari siapa aktornya. Karena di antara itu kita lihat semua yang punya berapa, kemudian kok ada selisih antara yang dilimbahkan, dengan yang dia punyai dengan yang tercatat di kami," sambungnya.

Bersihkan Limbah Radioaktif, 275 Drum Dikumpulkan Petugas:

Selanjutnya
Halaman
1 2