KPK Panggil Dirut Hutama Karya Aspal Beton di Kasus Proyek Jalan Bengkalis

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 12:22 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Direktur Utama Hutama Karya Aspal Beton Dindin Solakhuddin terkait kasus suap proyek jalan di Bengkalis yang menjerat Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Dindin dipanggil sebagai saksi untuk tersangka M Nasir.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MNS (M Nasir)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).



Selain itu, KPK memanggil Manajer Marketing PT Multi Structure Jeffry Ronald Situmorang. Jeffry juga dipanggil sebagai saksi untuk M Nasir.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

KPK juga telah menetapkan status tersangka terhadap eks Kadis PU Bengkalis M Nasir, Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan, dan Hobby Siregar. M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.



Terbaru, KPK kembali menjerat sepuluh tersangka terkait kasus itu. Berikut ini identitas sepuluh tersangka tersebut:

-M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis (sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka)
-Handoko selaku kontraktor
-Melia Boentaran selaku kontraktor
-Tirtha Ardhi Kazmi selaku PPTK
-I Ketut Surbawa selaku kontraktor
-Petrus Edy Susanto selaku kontraktor
-Didiet Hadianto selaku kontraktor
-Firjan Taufa selaku kontraktor
-Viktor Sitorus selaku kontraktor
-Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.



Kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat proyek dari total 6 paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau. Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

(ibh/idn)