KBRI Dakar Senegal Bertemu Perwakilan RI Bahas Proyek Sejarah di Afrika

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 03:55 WIB
Dubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran bertemu perwakilan RI membahas proyek prestisius di Afrika
Dubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran bertemu perwakilan RI membahas proyek prestisius di Afrika (Foto: dok. KBRI Dakar)
Dakar -

Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran, memimpin evaluasi kemajuan pembangunan Tour de Gorée, yang merupakan proyek investasi prestisius terbesar Indonesia di Afrika. Tour de Gorée akan menjadi gedung tertinggi di Afrika Barat.

"Proyek ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, mengukir sejarah Indonesia, tertanam di hati rakyat Afrika karena merupakan menara yang mengingatkan pahit getirnya penderitaan masyarakat Afrika di masa perbudakan. Pulau Goree merupakan terminal terakhir penjualan budak dari Afrika ke Amerika dan negara Eropa lainnya," kata Dubes Mansyur dalam keterangan tertulis dari KBRI Dakar, Rabu (19/2/2020).

Pertemuan Dubes Mansyur dengan masyarakat Indonesia di Senegal berlangsung pada Senin (17/2) waktu setempat, yang juga dihadiri tim teknis dari PT Wijaya Karya (WIKA) yang akan melaksanakan proyek pembangunan Tour de Gorée. Dubes Mansyur permintaan Pemerintah Senegal yang mengharapkan agar desain bangunan dapat diselesaikan selambatnya akhir bulan Februari 2020.

Dubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran bertemu perwakilan RI membahas proyek prestisius di AfrikaDubes RI untuk Senegal Mansyur Pangeran bertemu perwakilan RI membahas proyek prestisius di Afrika Foto: dok. KBRI Dakar

"Hal ini mengingat awal April 2020, Presiden Macky Sall akan meresmikan pembangunan Tour de Goree tersebut. Tim teknis PT WIKA menyampaikan kesanggupan untuk memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan tersebut dan mengulangi komitmen PT WIKA untuk menyelesaikan bangunan Tour de Gorée secara tepat waktu," ujarnya.

Silaturahmi dengan masyarakat Indonesia secara rutin dilakukan oleh KBRI Dakar tidak hanya dengan masyarakat Indonesia di Senegal, tetapi juga dengan masyarakat Indonesia di Guinea yang berjumlah sekitar 750 orang, di Gambia 7 orang, di Mali 11 orang dan wilayah akreditasi KBRI Dakar lainnya. Silaturahmi ini juga dimaksudkan sebagai upaya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.

(azr/azr)