Mahasiswa Gugat UU LLAJ, MK: Ada yang Pakai SIM Tembak?

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 17:09 WIB
Saldi Isra
Saldi Isra (Ari/detikcom)

Menurut Saldi, permohonan yang diajukan mahasiswa tersebut masih sulit dipahami. Saldi mempertanyakan apakah pemohon ingin ada penambahan frasa dalam pasal itu atau tidak.

"Soal alasan permohonan, saya sebetulnya masih berpikir keras. Coba disambungkan apakah yang diminta itu bisa masuk akal atau tidak. Kalau kata 'dalam hal perbuatan' yang ada dalam pasal ayat 2 ini diganti menjadi..., kan begitu pemaknaannya," ujar Saldi.

"Jadi kan sebetulnya bukan perbuatan yang dijadikan makna. Bapak kan ingin menambahkan frasa baru sebetulnya, bukan diberikan makna," imbuhnya.

Sebelumnya, para mahasiswa ini mengajukan permohonan pengujian pasal 311 ayat 2, 3, 4, dan 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Gugatan ini terhadap kata 'perbuatan' sepanjang dimaknai "Dalam hal 'perbuatan' dilakukan oleh pengemudi anak di bawah umur, pertanggungjawaban pidana juga dikenakan terhadap orang yang membiarkan memberikan atau meminjamkan kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur."

Disebutkan, pasal ini bertentangan dengan pasal 28D ayat 1, pasal 28 G ayat 1, pasal 281 ayat 4 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Pemohon kerap mengalami keadaan yang mengancam keamanan dan keselamatan jiwa, akibat anak di bawah umur yang mengendarai motor di jalan," ujar pemohon dalam berkas permohonan.

Halaman

(abw/asp)