Besok Diprediksi Dokter Melahirkan, Ibu Ini Tetap Semangat Ikut Tes CPNS

M Bakrie - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 15:58 WIB
M Bakrie-detikcom/ Ernawati, peserta CPNS di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel)
Ernawati, peserta CPNS di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). (M Bakrie/detikcom)
Maros -

Meski tengah hamil 9 bulan, Ernawati, peserta CPNS di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), tetap bersemangat mengikuti semua proses tes di gedung serbaguna Pemkab Maros.

Padahal pihak dokter memperkirakan Ernawati akan melahirkan pada Kamis (20/2/2020) besok. Meski dalam kondisi hamil, Ernawati tetap bersemangat mengikuti tes CPNS.

"Kandungan saya ini sudah 9 bulan. Prediksi dokter itu tanggal 20 bulan ini. Iya, artinya besok, tapi mau apa lagi. Demi cita-cita, ya, tidak ada masalah. Mudah-mudahan perjuangan ini tidak sia-sia lah," tutur Ernawati, Rabu (19/2).

Ernawati berstatus sebagai guru honorer di salah satu SMP di Maros selama 11 tahun. Dia pernah satu kali ikut tes CPNS, namun tak berhasil. Ernawati kemudian mencoba kembali mengikuti tes.

"Saya honorer sudah 11 tahun di salah satu SMPN 22 Bantimrung. Pernah sekali ikut, tapi tidak lolos. Yah mudah-mudahan kali ini bisalah. Insyaallah anak yang dalam kandungan saya ini bisa bawa rezeki buat ibunya," tuturnya.

Dari pantauan, Ernawati tak sendirian. Ada sejumlah peserta tes CPNS yang juga dalam kondisi hamil.

Besok Mau Melahirkan, Peserta CPNS di Maros Tetap Semangat Ikut TesErnawati, peserta CPNS di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). (M Bakrie/detikcom)

"Saya (hamil) 8 bulan. Iya, sempat kehujanan tadi di jalan. Sampai sini juga masih harus basah-basahan karena hujannya deras sekali. Tapi tidak apa-apa lah, saya kan tidak sendirian yang kondisinya begini. Jadi tetap semangatlah," kata Ulfa, peserta yang juga tengah hamil.

Pihak panitia mempersilakan peserta yang tengah hamil mendapat tempat lebih awal untuk masuk ke ruang tunggu.

"Kalau antrean, kita memang dahulukan yang ibu-ibu hamil. Tapi kalau perlakuan pemeriksaan, itu semua sama. Tidak boleh bawa apa-apa masuk ke dalam ruang ujian. Pemeriksaannya itu dua kali, sebelum masuk," kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Maros, Suriannah.

Tahun ini, ada sekitar 4.124 pendaftar CPNS di Maros. Sementara kuota yang diterima hanya 204 orang. Peserta yang mendaftar itu rata-rata berstatus honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.

"Pendaftar itu 4.124 orang dan yang diterima hanya 204 orang. Tesnya kita lakukan selama dua hari berturut-turut mulai hari ini. Tesnya kita bagi dalam beberapa sesi, karena komputer yang disiapkan hanya 430 unit saja," terangnya.

Sementara itu, Bupati Maros Hatta Rahman, yang meninjau langsung jalannya tes CPNS, berharap semua peserta percaya diri dan tidak mengandalkan calo. Dia menjamin proses seleksi CPNS ini berjalan dengan transparan dan akuntabel.

"Jadi harus yakin dengan diri sendiri. Tidak boleh percaya calo ataupun yang berbau mistik. Semua berjalan transparan, karena hasil ujian ini bisa langsung dilihat hasilnya oleh peserta. Ya mudah-mudahan tidak ada kendala dalam tes ini sampai selesai besok," harapnya.

(fdn/fdn)